oleh

Lokasi Hajatan Diduga Banyak Korban, Tim Kembali Temukan Warga yang Tertimbun

SUMEDANGEKSPRES.COM, CIMANGGUNG – Pencarian korban longsor hari keempat sejak Sabtu (9/1) malam hingga Selasa (12/1) hingga pukul 14.45, mencapai 16 orang korban tewas. Korban terakhir yang dievakuasi, berjenis kelamin laki-laki bernama Kusnandar (60). 

Kakek warga Dusun Bojongkondang Desa Cihanjuang ini ditemukan pada pukul 09.55 pagi.

Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak pukul 08.00 pagi dengan membagi menjadi tiga sektor. Yaitu, sektor 1 di lokasi hajatan warga, sektor 2 di Masjid Annur dan Sektor 3 di lapangan voli.  

Diduga, kata dia, pada tiga sektor tersebut terdapat banyak korban yang masih tertimbun. Korban terakhir sendiri ditemukan Tim SAR Gabungan di Sektor 3.

“Hingga saat ini (kemarin, red) total jumlah korban yaitu 64 orang dengan rincian korban meninggal dunia sebanyak 16 orang, korban selamat sebanyak 25 orang dan dalam pencarian sebanyak 23 orang, sesuai dengan laporan keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya,” ujar Deden kepada awak media di lokasi.

Dikatakan, pukul 14.45 pencarian korban dihentikan sementara, karena cuaca di lokasi hujan dengan intensitas deras. “Pencarian akan dilanjutkan jika hujan reda,” jelasnya.

Adapun unsur SAR yang terlibat yaitu Basarnas Bandung, BPBD Jabar, BPBD Sumedang, PUPR, TNI/POLRI, PMI Prov Jawa Barat, Dinkes Sumedang, Potensi SAR Jawa Barat dan Potensi SAR Jawa Tengah dengan total kekuatan personel yang terdaftar di posko sebanyak 664 personel. Sedangkan, total personel di lokasi longsor 172 orang.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Sumedang Asep Taufik mengatakan, kemungkinan korban akan bertambah mengingat pada saat kejadian longsor ada acara hajatan. Oleh sebab itu, pihaknya menunggu laporan dari keluarga yang hilang atau ke kepala desanya masing masing untuk melaporkan anggota keluarganya yang hilang.

“Untuk saat ini, data korban meninggal yang berhasil ditemukan 16 orang. Berarti sisa 23 orang korban dalam pencarian. Luka luka ada 25 orang terdiri dari luka berat 3 dan luka ringan 22 orang,” kata Asep.

Asep menambahkan, untuk total keseluruhan jumlah pengungsi ada 1.020 jiwa atau 267 KK. Tersebar di SD Cipareuag ada 500 jiwa, Taman Burung 396 jiwa dan SD Azzahra 124 jiwa.

“Bagi masyarakat yang melakukan pengungsian mandiri di rumah kerabat atau di bukan zona yang disebutkan tadi, agar melaporkan ke Posko pusat di SMAN Cimanggung. Bisa melalui Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumedang atau ke BPBD Sumedang,” tandasnya. 

Sebelumnya, Senin (11/1) malam Tim SAR Gabungan juga telah menemukan dua jasad tertimbun material longsor di Desa Cihajuang Kecamatan Cimanggung. Kedua korban merupakan Totoy Kusmiyati berjenis kelamin perempuan dan Yaya berjenis kelamin laki laki.

Berdasarkan keterangan Tim SAR Gabungan jasad Totoy Kusmiyati ditemukan pukul 21.05 dalam keadaan meninggal dunia. Pada pukul 22.47 tim kembali menemukan korban berjenis kelamin laki laki dalam keadaan meninggal dunia. Seluruh korban di evakuasi ke Puskesmas Sawah Dadap. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *