oleh

Wabup Ingatkan PT Pandu Segera Perbaiki Drainase

SUMEDANGEKSPRES.COM, JATINANGOR- Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan mengingatkan PT Pandu sebagai pengembang perumahan di Dusun Calamkuning RT 01 RW 03 Desa Cisempur Kecamatan Jatinangor untuk segera memperbaiki saluran drainase. Kemudian, menanam pohon keras di sekitar tebing. Sebab, perumahan itu menjadi penyebab longsor di Desa Cisempur yang menimbun tujuh rumah.

Kejadian longsor dan banjir yang bertepatan dengan longsor di Cihanjuang Kecamatan Cimanggung itu bukti nyata ketidak patuhan pengembang dalam membangun perumahan.

“Seperti kita lihat dari drainase, dan pohoh-pohon keras semua ditebang dan diganti dengan palawija. Kalau ini memang lahan pengembang, bikin pagar tidak boleh ada yang masuk dan tanami pohon-pohon keras,” ucap Erwan.

Dia memerintahkan pengembang  agar segera memperbaiki drainase, serta membuat benteng dan menanam pohon keras di atas agar tanah tidak terkikis.

“Terutama saluran-saluran air yang menuju ke permukiman masyarakat untuk segera dibuatkan drainasenya yang memenuhi standar. Jangan pakai paralon. Karena kalau debit air-nya tinggi akan hancur apalagi materialnya batu banyak juga,” tegasnya.

Dikatakan, dirinya melaporkan, kejadian banjir dan longsor tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa dan rumah tidak ada yang sampai hancur. Namun, benteng garasi milik warga dan rumah yang berada di bawah terkena material banjir berupa lumpur karena ada longsoran dari atas.

“Saya sudah sampaikan agar buat saluran air supaya tidak sampai menimbulkan longsor baru,” ungkapnya.

Erwan juga menyebut sampai bulan April dan Mei hujan masih akan turun. Sehingga pemerintah desa, Kecamatan, PUPR, LH dan Pihak Pengembang agar segera membenahi saluran airnya.

“Kami sampaikan juga untuk perumahan yang dibangun diatas bukit kemiringannya maksimal 20 derajat. Untuk yang lebih dari 20 derajat misalnya 60-70 derajat tidak kita izinkan,” katanya.

Sementara itu, Camat Jatinangor Drs Herry Dewantara melalui Sekcam Yuli Handaka mengatakan tanah tebing di lokasi milik pengembang PT Pandu berada dalam ketinggian antara 900 M -1100 M dari permukaan laut. Serta kemiringan tanah diatas 60 derajat sehingga mengakibatkan longsor saat hujan deras pada hari Sabtu tgl 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.45 wib.

“Longsor tersebut mengakibatkan badan jalan Cisempur tertutup dengan ketebalan 30-50 Cm dan sebanyak 7 buah rumah warga dari  25 KK di lokasi Calam Kuning RT 1 RW 3 Desa Cisempur Kecamatan Jatinangor terendam lumpur tanah longsoran setebal 40- 60 Cm,” katanya. (Imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *