oleh

Sinergi dan Kolaborasi Dalam Mitigasi


Ada berbagai faktor penyebab terjadinya bencana


Alam lebih dahulu ada dari manusia. Dan alam memiliki hukum tersendiri dalam menjaga keseimbangannya.
Bencana alam terjadi saat upaya alam menjaga keseimbangan namun tak diinginkan manusia.
Semua terjadi karena apa yg dilakukan manusia bertentangan atau merusak tatanan dan hukum alam itu sendiri.

Lalu siapa yg salah saat bencana alam terjadi?
Berbagai kajian ilmiah bermunculan saat bencana terjadi. Para ilmuwan dapat dengan segera menyampaikan laporan ilmiah apa penyebab bencana ini terjadi. Apakah karena benar-benar faktor alam yg sedang mencari keseimbangan atau faktor kelalaian manusia dalam label pembangunan yang tidak berbasis mitigasi bencana dalam upaya pengurangan resiko bencana?

Pada saat bencana sedang terjadi bukanlah waktu yang tepat untuk bergunjing atau saling menyalahkan. Fast responce dalam penanganan yang berbasis data dan informasi, sinergi dan kolaborasi adalah kunci yang tepat dalam penanggulangan bencana.

Data dan informasi yang terkumpul secara cepat dan akurat sangat penting sebagai kajian dasar para stake holder dalam mengambil keputusan upaya penanggulangan bencana. Tak lupa pembagian peran yang tepat berbagai pihak yang terlibat.

Tak cukup sampai di sana, pasca penanggulangan kita sering kali langsung angkat kaki dan seolah lupa PR besar selanjutnya, oleh karena itu, Indonesia sering disebut sebagai ‘Supermarket Bencana’.

Alam Indonesia yang kaya ini cukup dinamis bergerak dan menyeimbangkan diri. Serta lebih dinamis lagi ketika alam ini lebih banyak “disentuh” secara “kasar” tanpa rasa tanggung jawab.

Melanjutkan PR mitigasi dalam upaya pengurangan resiko bencana adalah tanggung jawab semua pihak.
Pemerintah sebagai pembuat regulasi yang didasari kajian-kajian ilmiah para ahli, peneliti dan akademisi.

Kampanye positif serta edukasi kepada masyarakat dalam upaya mitigasi dan mengurangi resiko bencana akan efektif didukung oleh media dalam percepatan penyebaran informasi.

Begitupun peran para relawan dari berbagai komunitas dan lembaga-lembaga non pemerintah yg berbagi peran sesuai kemampuannya masing-masing.

Serta unsur masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga alam ini tetap lestari dan harmoni.

Semoga bencana ini segera terhenti dan manusia bisa beraktitas dan bercengkrama dengan alam kembali. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.