oleh

Penanganan Bencana Longsor, Mulai Jadi Sorotan

 

KOTA – Penanggulangan bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cimanggung pada 9 Januari 2020 lalu, dinilai masih acak-acakan. Mulai dari masalah logistik hingga bermuara pada masalah relokasi korban.

Tokoh masyarakat asal Kecamatan Cimanggung, Asep Sugian, turut menyoroti masalah penanganan bencana yang menelan korban hingga 40 jiwa tersebut.

Menurut Asep, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Sekretaris Daerah Herman Suryatman dinilai tidak kompak, sehingga kerap terjadi miskomunikasi.

“Salah satunya, katanya relokasi mandiri, tetapi kok jadi dipusatkan. Kalau relokasi mandiri harusnya korban yang terdampak memiliki hak pilih sendiri,” ujarnya kepada Sumeks, Selasa (2/2).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman sempat mengatakan jika ada sekitar 131 kepala keluarga (KK) terdampak bencana tersebut yang akan direlokasi pada 2 titik.

Dalam pernyataannya, untuk opsi pertama relokasi akan ditempatkan di Desa Tegalmanggung. Dan masalah pembangunan rumahnya hingga fasos fasumnya akan dibackup oleh kementerian.

“Kemarin saya ketemu pa Sekda, katanya relokasi belum diputuskan karena masih banyak kekurangan anggaran. Sedangkan pa bupati telah memutuskan. Saya bingung mana yang benar,” terangnya.

Tak hanya itu, Asep juga turut menyoroti adanya mobilisasi logistik diduga secara ilegal yang terjadi baru-baru ini. Bahkan, aksi tersebut sampai dihentikan pihak kepolisian dan ramai diperbincangkan di berbagai media.

Hal tersebut dapat terjadi, lanjut Asep, dikarenakan minimnya koordinasi sehingga membingungkan staf yang berada di lapangan.

“Sekarang logikanya gini, pegawai BPBD melakukan itu pasti dapat perintah. Tanyakan saja, itu perintah dari siapa. Disini aparat yang berwajib harus jeli dalam memantau penanganan bencana. Jangan sampai dijadikan peluang mencari berkat oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” paparnya.

Sementara itu, pihak Kepolisian terus mendalami kasus dua unit mobil pembawa logistik bantuan sosial yang menjauh dari lokasi bencana.

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Yanto Slamet mengatakan, terkait masalah tersebut, sedikitnya 8 orang saksi telah dimintai keterangan.

“Betul, sudah 8 orang yang diperiksa polisi,” katanya.

Namun demikian, Yanto menyatakan belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya pelanggaran pidana dari kasus tersebut.

“Masih kami selidiki. Saya belum bisa (simpulkan) ada atau tidak pelanggaran pidananya. Nanti akan kami sampaikan kembali,” tuturnya.

Diketahui, logistik tersebut sebelumnya diperuntukan untuk korban bencana longsor di Dusun Bojong Kondang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dan Kedua mobil pengangkut muatan tersebut juga sempat ditahan di Mapolsek Cimanggung. (kga)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *