oleh

Orang Tua Keluhkan Dana KIP Tak Transfaran

SUMEDANGEKSPRES.COM, KOTA – Sejumlah orang tua siswa menyesalkan penerimaan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dinilai tak transparan.

Salah seorang orang tua siswa yang enggan dikorankan namanya mengaku, dia tak memegang buku rekening beserta ATM untuk pencairan KIP tersebut.

“Uang dicairkan sendiri oleh pihak sekolah, tanpa sepengetahuan saya sebagai orang tuanya,” kata narasumber yang menyekolahkan anaknya di SDN Nyalindung Kecamatan Wado itu kepada Sumeks melalui sambungan telepon, Rabu (3/2).

Bahkan, menurutnya, dana bantuan untuk anaknya pun tak kunjung diterimanya. “Padahal katanya sudah dicairkan oleh pihak sekolah,” ujar dia.

Dia pun meminta pihak sekolah transparan dalam mengurusi masalah bantuan siswa.

Menyikapi persoal itu, Kasi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Rin rin Puspa Marina, menyebutkan, pihaknya tida bisa mengintervensi soal itu. Pasalnya, aliran dana KIP dicairkan langsung oleh pusat, ke rekening penerima.

“Dinas hanya sebagai fasilitator saja,” ujarnya.

Mengenai masalah penyalurannya yang dibagi rata, menurutnya, itu tergantung kepada kebijakan sekolah masing – masing. Namun dengan catatan, melalui hasil rapat dengan orang tua siswa penerima bantuan.

“Karena memang tidak semua siswa yang membutuhkan tidak terkaver oleh KIP dan tidak semua siswa memperoleh KIP,” tuturnya.

Dijelaskan, secara sistem, usulan untuk memperoleh bantuan berawal dari Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik) yang secara otomatis dikirim ke server KIP.

“Tentunya yang mendapat bantuan hanya siswa yang memiliki KIP saja. Adapun yang tidak punya KIP kemudian dilayakkan menerima KIP, itu hasil dari usulan pihak sekolah. Sementara, dinas hanya bertugas menyetujui saja,” paparnya.

Lebih jaun Rin rin menyebutkan, beberapa pertimbangan yang bisa dilayakkan oleh pihak sekolah agar perserta didiknya mendapatkan KIP, diantaranya, orang tuanya menjadi korban bencana alam atau korban pemecatan akibat pandemi Corona dan lainnya.

“Itu dilayakkan oleh pihak sekolah melalui aplikasi. Karena hanya pihak sekolahlah yang tahu kondisi ekonomi keluarga yang bersangkutan,” katanya. (nur) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *