oleh

Praktek Tukang Gigi Palsu Diduga Salahuli Aturan

BANDUNG – Maraknya tukang gigi palsu di wilayah Bandung Raya diduga melanggar aturan. Sebab, praktek tukang gigi palsu juga diatur dalam peraturan  menteri kesehatan.

Karena itu, tukang gigi palsu harus memiliki izin operasional yang dikeluarkan oleh organisasi Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI).

Hal itu diungkapkan Ketua STGI Kabupaten Bandung Robby kepada Wartawan, Kamis (18/2).

Menurutnya, tukang gigi yang menyalahi aturan, selain dapat surat teguran juga dapat dipolisikan.

“Kami memandang perlu adanya tindakan yang membuat jera mereka yang tidak memiliki izin. Karena yang punya izin jangan disamaratakan dengan tukang gigi yang bodong, alias liar dan tak punya legalitas. Ini perlu demi keamanan dan kesehatan pasien yang datang berkunjung ke praktek gigi palsu dilindungi,” terang Robby.

Dijelaskan, dalam peraturan menteri kesehatan RI No 39 tahun 2014 tentang pembinaan, pengawasan dan perijinan pekerjaan tukang gigi. Dalam pasal 2 ayat 2, disebutkan semua tukang gigi yang menjalankan pekerjaan tukang gigi wajib mendaftarkan diri kepada pemerintah daerah kabupaten/kota atau dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.

Lalu untuk mendapat izin pekerjaan tukang gigi tersebut hanya berupa (pasal 6 ayat (2) pemenkes 39/2014) adalah
a. membuat gigi tiruan lepasan sebagian dan /atau penuh yang terbuat dari bahan _heat curing acrylic_ yang memenuhi ketentuan persyaratan kesehatan.
b. memasang gigi tiruan lepasan sebagian dan/atau penuh yang terbuat dari bahan _heat curing acrylic_ dengan tidak menutupi sisa akar gigi.

” Bahkan dalam pasal 11 juga disebutkan setiap tukang gigi yang melanggar ketentuan dalam peraturan menteri ini dikenakan sanksi administratif oleh pemerintah daerah kabupaten/kota berupa teguran tertulis, pencabutan izin sementara dan,

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *