oleh

Buku Menak Bangsawan Dalam Sumedang Puseur Budaga Sunda, Harus Jadi Referensi di Bidang Pendidikan dan Sejarah

SUMEDANGEKSPRES.COM – Buku “Menak Bangsawan Sumedang Dalam Sumedang Puseur Budaga Sunda” diharapkan dapat menjadi referensi di bidang pendidikan dan sejarah serta mampu memberi dampak positif bagi generasi mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan saat beraudiensi dengan perwakilan SMA Negeri Situraja di Ruang Kerja Wakil Bupati, Setda, Senin (22/3).

Wakil menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada SMAN Situraja atas rencana pembuatan buku tersebut yang memuat kajian sosiologis antropologis terhadap peranan masyarakat Sumedang tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif SMA Negeri Situraja dalam pembuatan buku ini. Tentunya kita harus saling support karena buku ini dapat menjadi referensi generasi muda di Kabupaten Sumedang,” imbuhnya.

Di samping itu, Wakil Bupati memberikan beberapa saran revisi untuk judul buku agar lebih mencakup kesuluruhan mengenai rangkaian sejarah Sumedang.

“Saya berharap jangan hanya berupa buku saja, tapi dapat direalisasikan secara digital dan dikemas semenarik mungkin, baik dari sisi judul dan visualisasinya sehingga orang akan lebih tertarik untuk membacanya,” ungkapnya.

Wabup juga mengimbau agar buku tersebut dapat disebar di tiap tingkatan pendidikan yang ada di Kabupaten Sumedang agar l memberikan edukasi mengenai sejarah Sumedang.

“Dengan lahirnya buku ini diharapkan para penerus bisa tahu tentang kebesaran para pendahulu Kabupaten Sumedang. Sejarah tidak boleh hilang, melainkan diljadikan pijakan ke depan dalam membangun karakter generasi penerus,” pungkasnya.

Sementara itu, Drs. Chaeruddin Saleh selaku Kepala SMAN Situraja, buku tersebut rencananya akan diterbitkan pada saat HUT SMAN Situraja yang bertepatan dengan Hari Jadi Sumedang yaitu pada tanggal 22 April 2021

“Buku ini merupakan aset dalam melestarikan sejarah Sumedang. Kami memiliki tanggung jawab terhadap bidang akademik maupun non akademik yang menjadi unsur utama bidang pendidikan. Selaku insan pendidikan kami bertanggung jawab memberi wawasan tentang masa lalu sebagai gambaran dan kenyataan untuk membangun peradaban di masa depan,” pungkasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *