oleh

Wabup Tinjau Pelaksanaan Penyuntikan Vaksin Covid-19 Tahap Dua

SUMEDANGEKSPRES.COM – Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan meninjau pelaksanaan penyuntikan Vaksin Covid-19 yang berlangsung di Asia Plaza Sumedang, Senin (22/3).

Wabup mengatakan, penyuntikan vaksin tersebut merupakan tahap ke dua.

“Hari ini dilaksanakan penyuntikan Vaksin Sinovac tahap ke dua bagi beberapa pelayan publik yang jumlahnya sekitar 1.500 Vaksin,” ungkapnya.

Wabup berharap penyuntikan Vaksin tahap ke dua di akhir Maret 2021  sudah dapat diselesaikan sehingga bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Seperti program pemerintah, bahwa akhir tahun ini semua masyarakat di Indonesia, khususnya Sumedang sudah bisa divaksin,” ucapnya.

Wabup menambahkan, masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan meskipun mendapatkan suntikan vaksin.

 

“Jangan mengabaikan protokol kesehatan meskipun sudah di Vaksin. Terlebih, imun tubuh baru terbentuk 28 hari setelah penyuntikan vaksin,” ujarnya.

Selain itu, menurut Wabup, yang terpenting bukan masalah vaksinnya namun pikiran positif setiap individu untuk tetap hidup sehingga dapat terhindar dari Covid-19.

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dr. Reny Anton mengatakan, dalam vaksinasi tahap kedua tersebut sasarannya mencakup petugas pelayanan publik meliputi  Pengadilan Agama, Pegadilan Negeri, BPJS Ketenagakerjaan, Badan Pertanahan, Pengurus Organda, Ojeg Online, SPG, Pegawai, Griya, Atlet, MPP, PLN, PDAM, Bwaslu, KPKS, STIKES, dan Nakes.

“Sasaran vaksinasi tahap kedua sebanyak 1.523 orang. Rencananya, vaksinasi pelayanan publik tahap kedua ini akan ditargetkan selesai sebelum Bulan Juli 2021. Akan tetapi harus dibuat beberapa strategi bagaimana menjalankan vaksinasi di bulan puasa April mendatang,” jelasnya.

Dikatakan dr. Reny, agar proses Vaksinasi berjalan lancar, pihaknya telah membuat jadwal pelaksanaan agar tidak bertumpuk di suatu waktu.

“Ketersediaan vaksin sendiri sampai saat ini pun masih mencukupi, tetapi kami harus tetap membuat planning dimana vaksin yang diberikan oleh pusat harus cukup untuk 2 dosis.Oleh karena itu, pengajuan terus kita lakukan supaya vaksinasi dapat terus berkesinambungan,” pungkasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *