oleh

Bayar Tiket Masuk, Buricak Burinong Terancam Ditinggalkan Wisatawan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Dianggap merugikan, sejumlah warga Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja geruduk lokasi tempat penjualan tiket masuk lokasi Wisata Kampung Buricak Burinong (KBB) di Dusun Karamat, Desa Cigintung Kecamatan Cisitu, baru – baru ini.

Kepala Desa Pakualam, Sopian Iskandar mengaku tidak bisa membendung masyarakat Pakualam, atas aksinya itu.

Pasalnya, penjualan tiket yang diduga diinisiasi BUMD Kapung Makmur itu, tak pernah disosialisasikan dengan pihak desa setempat.

“Saya tidak bisa membendung masyarakat untuk menghentikan aktivitas pemungutan tiket masuk,” katanya kepada Sumeks.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, kata dia, tiket masuk sebesar Rp.20.000 itu dinilai sangat memberatkan semua pihak, baik pengunjung maupun warga Pakualam sendiri, terutama warga yang berjualan di tempat wisata Buricak Burinong.

“Ini bakal berdampak kepada menurunnya jumlah pengunjung,” ujarnya.

Dampaknya, lanjut Kades, perekonomian masyarakat Desa Pakualam akan lumpuh, lantaran sepinya pengunjung yang enggan datang ke wisata tersebut karena terbebani tiket masuk tersebut.

“Dari apirasi masyarakat yang saya tampung, mereka menghawatirkan keberlangsungan wisata Kampung Buricak Burinong, karena saat ini juga banyak pengunjung yang mengurungkan niatnya untuk datang ke wisata ini, karena tiket masuk yang dianggap mahal,” kata dia.

Selain itu, warga juga mengeluhkan, banyak masyarakat setempat (warga Pakualam) yang pulang dari pasar atau dari luar Desa Pakualam, kena tiket masuk oleh petugas yang berasal dari masyarakat Desa Cigintung.

“Petugas tiketnya berasal dari Desa Cigintung, pantas saja kalau mereka tidak tahu mana masyarakat setempat dan mana pengunjung wisata,”ucapnya.

Dia menegaskan, bahakan pihak Desa Pakualam, belum menerima adanya kordinasi dari pihak BUMD Kampung Makmur dan pihak terkait lainnya tentang tiket tersebut.
“Kami dari pemerintah Desa Pakualam, tidak merasa ada kerjasama dengan pihak manapun terkait tiket masuk ini,” tegasnya.

Dalam hal ini, pihaknya minta pihak terkait agar melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pihak Desa Pakualam dan menghadirkan masyarakat setempat.

“Seharusnya ada musyawarah dulu, sampai pada akhirnya ada kesepakatan dari semua pihak terkait,”ucapnya.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat Desa Pakualam, Wahyudi, meluruskan, bahwa tidak semua masyarakat menolak terhadap adanya tiket tersebut.

Setelah di konfirmasi kepada petugas, faktanya pungutan tiket masuk hanya Rp.10.000 dan warga Pakualam, Karangpakuan dan Cigintung tidak dipungut. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *