oleh

Sekda: Ada Kesenjangan Harapan Masyarakat dengan BUMD Kampung Makmur

SUMEDANGEKSPRES.COM  – Akibat aksi penolakan warga Desa Pakualam terkait masalah tiket masuk ke lokasi wisata Kampung Buricak Burinong (KBB), Sekda Kabupaten Sumedang Herman Suryatman angkat bicara.

Menurutnya, gejolak tersebut merupakan dinamika biasa yang sering terjadi di tengah masyarakat.

“Informasi dari BUMD Kampung Makmur, katanya sudah dibangun komunikasi beberapa kali, tetapi masih ada kesenjangan antara harapan masyarakat dengan pihak BUMD,” katanya saat ditemui Sumeks di kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, Senin (5/4).

Disebutkan, terkait pengelolaan tempat wisata KBB, BUMD Kampung Makmur menggandeng BUMDes di tiga desa di sekitar lokasi wisata. Yakni Desa Cigintung, Pakualam dan Karang Pakuan.

“Semuanya sudah diajak bicara, kan ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) nya, antara BUMD dengan BUMDes ketiga desa. Karena lokasinya berada di Pakualam, maka titik berat berada di Pakualam,” tuturnya.

Untuk mensinergikan antara kedua belah pihak, Sekda meminta direksi BUMD Kampung Makmur mengoptimalkan komunikasi dengan masyarakat di ketiga desa, terutama Desa Pakualam.

Dengan target tidak terjadi miskomunikasi diantara kedua belah pihak yang dapat menimbulkan gejolak masyarakat.

“Mereka (Direksi Kampung Makmur, red), sekarang sedang melakukan  evaluasi dan kami meminta BUMD lebih memperhatikan aspirasi masyarakat. Tinggal didiskusikan saja,” sebutnya.

Disinggung soal besar harga tiket sebesar Rp 20 ribu perorang, Sekda enggan membahas lebih jauh.

“Nah kalau itu silahkan tanyakan langsung ke direksi. Karena itu kan kerjasama BUMD Kampung Makmur dengan BUMDes – BUMDes. Silahkan tanyakan ke direksi. Soalnya itu diatur dalam keputusan direksi,” katanya. (nur)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *