oleh

Tingkatkan Ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikat , DPUPR Sumedang Gelar Pelatihan Tenaga Terampil Konstruksi Tahun 2021

SUMEDANGEKSPRES.COM –  Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sumedang menyelenggarakan Pelatihan Tenaga Terampil Konstruksi Tahun 2021 di Hotel Kencana Sumedang, Selasa (6/4).

Acara diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari karyawan Dinas PUPR serta para penyedia jasa konstruksi di wilayah kerja Kabupaten Sumedang.

“Sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi atas perubahan  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, maka Tenaga Kerja Konstruksi (Operator, Teknisi/ Analis, Ahli) wajib memiliki sertifikat kompetensi dan Pengguna serta Penyedia Jasa Konstruksi wajib mempekerjakan tenaga kerja yang bersertifikat kompetensi kerja,” kata Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Sumedang, R Sonny Nurgahara ST SSos MSi
saat ditemui Sumeks usai membuka acara.

Disebutkan, kegiatan tersebut dinilai sangat penting, lantaran sebagai pembekalan diri, dalam  mewujudkan Pengawasan tertib usaha, tertib penyelenggaraan, dan tertib pemanfaatan Jasa Konstruksi.

“Baik masyarakat jasa konstruksi kalangan sipil, maupun masyarakat jasa konstruksi dari kalangan yang mengemban tugas sebagai bagian masyarakat jasa konstruksi. Semuanya harus bersertifikat,” ucapnya.

Sonny berharap, semua pelaku usaha jasa konstruksi diwilayah kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dapat turut segera mensikapinya untuk secara bersama-sama bersinergi dalam merwujudkan masyarakat Sumedang yang Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif (Simpati) pada tahun 2023.

Hal senada diungkapkan
Direktur Utama PT Denicont Anugerah Pratama yang juga pihak penyelenggara kegiatan Nana Mulyana ST.

Menurutnya, hasil dari penyelenggaraan pelatihan tenaga terampil konstruksi itu akan diperoleh pencerahan mengenai permasalahan konstruksi melalui pemberian materi pelatihan dari Asosiasi Profesi terakreditasi.

“Bahkan di bagian akhir kegiatan ini, akan dilakukan proses verifikasi dan validasi awal dokumen permohonan Sertifikat Kompetensi Terampil (SKTK) oleh Asosiasi Profesi Terakreditasi yang memiliki kewenangan Verifikasi Validasi terhadap permohonan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi atas pengakuan kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi,” tuturnya.

Selain itu, manfaat nyata yang dapat dipetik dari kegiatan tersebut antara lain, akan meningkatnya jumlah ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi Terampil di wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Sementara itu, Direktur Proyek PT Denicont Anugerah Pratama, Agung Setiawan, ST menyebutkan, peserta pelatihan akan mendapat dua sertifikat sekaligus.

Pertama, sertifikat pelatihan/ bimbingan teknis dari asosiasi profesi terakreditasi dan sertifikat kompetensi terampil (SKTK) yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa  Konstruksi (LPJK), dengan proses melalui Asosiasi terakreditasi kemenPUPR “ujarnya.

Sementara sertifikat kompetensi terampil (SKTK) dari LPJK akan diberikan melalui proses penilaian klasifikasi dan kualifikasi oleh tim penyelenggara sertifikasi pada masa transisi.

”Bila peserta dinyatakan kompeten atau belum kompeten. Artinya, dari ke 50 peserta yang hadir saat ini, belum tentu bisa lolos semuanya, tergantung kompetensi para peserta,” terang Agung. (nur/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *