oleh

Usai Diprotes, BUMD Kampung Makmur Pangkas Harga Tiket Wisata Buricak Burinong

SUMEDANGEKSPRERS.COM  – Setelah diprotes warga, akhirnya pihak BUMD Kampung Makmur menurunkan tiket masuk kawasan wisata Kampung Buricak Burinong sebesar 50 persen.

“Pembukaan kawasan wisata Buricak Burinong pada tanggal 3 April 2021 lalu, merupakan salah satu tahap uji coba pengelola sesuai dengan SK direksi, tentang masa uji coba penerapan penerapan tiket masuk kawasan (wisata, red),” kata Direktur BUMD Kampung Makmur, Hendri Haryanto kepada Sumeks melalui aplikasi WhatsApp-nya, Selasa (6/4).

Kata dia, tarif tiket masuk tersebut, untuk tiga objek wisata, yakni kawasan kuliner,  area landing dan take off.

“Harga tiket sebesar Rp 20.000 per orang itu dengan diskon 50 persen sebagai strategi promosi,” ujarnya

Namun, kata Hendri, kondisi tersebut menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat, sehingga pengelola akan memperbaiki tarif tiket masuk kawasan menjadi Rp 10.000 per orang.

Sementara itu, Anggota DPRD asal Partai Amanat Nasional (PAN) Bagoes Noorrochmat melihat jika keputusan menarik tiket dengan harga Rp 20.000 masih dianggap belum full. Namun, dia menyebut jika besaran harga tiket tersebut masih belum pada posisi wajar.

Tak hanya itu, Bagoes juga turut membahas terkait sistem pengelolaan yang tepat untuk Kampung Buricak Burinong tersebut. Dirinya tetap berharap agar tuan rumah menjadi skala prioritas untuk mengelola objek wisata tersebut.

“Dari awal saya sudah bertemu dengan kadesnya. Saya sudah bicara agar siapkan Bumdes untuk pengelolaannya. Karena saya melihat, kemarin dengan Disparbudpora mengatakan, Bumdes yang dari sisi SDM mumpuni hanya beberapa desa saja. Sedangkan ini kan tidak bisa ditunda-tunda, makanya Kampung Makmur masuk,” ujarnya kepada Sumeks, belum lama ini.

Namun demikian, walaupun sudah digarap oleh Kampung Makmur, bukan berarti keputusan telah final. Dan hal tersebut bergantung kepada  bargaining position dari pihak desa terkait.

“Hanya saja ketika mengambil keputusan itu, saya melihat ada proses yang sedikit tersendat dengan desa dan masyarakat sekitar,” terangnya.

Oleh sebab itu, Bagoes berharap agar kedepannya pihak desa yang dapat mengelola Kampung Buricak Burinong tersebut.

Dan solusi untuk saat ini hingga pihak desa memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, dirinya berharap sementara dikelola oleh dinas terkait.

“Harapan kami secara pribadi memang agak kurang pas kalau ini dikelola oleh Kampung Makmur. Karena ekspetasi kami untuk Kampung Makmur sendiri itu luar biasa. Bukan dalam hal seperti ini,” tuturnya. (nur/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *