oleh

Wabup: Jika Merugikan, Saya Siap Menolak Bersama Masyarakat

SUMEDANGEKSPRES.COM  – Terkait pemanfaatan panas bumi Gunung Tampomas, jika ada hal – hal yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan dengan tegas siap menolak keberadaan mega proyek tersebut.

Hal itu dikatakan seusai acara sosialisasi pemanfaatan Geothermal Gunung Tampomas di Balai Desa Cilangkap Kecamatan  Buahdua, belum lama ini.

Sejauh ini, Kementrian ESDM tengah melakukan survey sosial dan budaya. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan survey geologi, geokimia dan geofisika.

“Kalau memang dari awal, dari  survey sosial dan budaya tidak dimungkinkan, ya tidak dilanjut. Bahkan, jika ada hal yang dapat merugikan masyarakat, saya siap untuk berada bersama masyarakat untuk menolak ini,” kata Wabup tegas.

Tetapi sebaliknya, jika hasil dari survey itu akan membuahkan hasil yang lebih baik bagi kemajuan masyarajat, maka Pemkab Sumedang akan menerima sekaligus melanjutkan pembangunan proyek tersebut.

“Pemanfaatan energi panas bumi ini merupakan salah satu ikhtiar dari pemerintah dalam rangka mensejahterakan rakyat. Mana ada sih pemerintah yang mau menyengsarakan masyarakatnya,” kata Wabup.

Namun di balik itu, jika ada segelintir masyarakat yang saat ini ada niat untuk menolaknya, berarti mereka memiliki pemikiran yang kurang baik. “Belum apa – apa sudah berprasangka jelek,” tuturnya.

Bahkan, Wabup mengumpamakan kepada seorang tamu yang belum tahu niat dan tujuan kedatangannya, namun tuan rumah sudah berprasangka buruk.

“Apalagi ini dari pusat, kita dengar dulu apa penjelasan mereka. Mereka melakukan survey melalui kuisioner kepada masyarakat seperti apa. Kenapa masyarakat menolak, kenapa mereka menerima. Hal itu harus betuk betul menjadi pertimbangan. Tidak langsung belum apa apa sudah menolak,” jelasnya.

Wabup berharap masyarakat bisa lebih terbuka. Dirinya bersama Bupati dan Sekda akan selalu berada di tengah tengah masyarakat. “Kalau memang tidak ada keuntungan bagi masyarakat kedepan, bagi anak cucu ya akan kita tolak,” tukasnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *