oleh

Nekat Mudik, Denda Rp 100 Juta Menanti

SUMEDANGEJSPRES.COM  –   Meskipun ada larangan mudik dari Pemerintah Pusat, namun Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan memprediksi akan banyak masyarakat yang  nekat mudik. Tak heran, jika pihaknya memetakan 11 titik penyekatan di sejumlah akses menuju Sumedang.

“Kita sudah petakan ada 11 titik penyekatan.  Pos penyekatan yang disiagakan di wilayah Kota, yakni di Bundaran Binokasih sifatnya filter, untuk menjaring pemudik yang lolos dari wilayah barat,” katanya, belum lama ini.

Jika memang kedapatan lolos, lanjut Erwan, maka petugas akan memaksa memutar balikan ke arah sebelumnya, dengan catatan tak memenuhi persyaratan.

Lebih jauh Erwan menegaskan, jika para pemudik nekat melanggar ketentuan, maka sanksi pidana menanti dan diharuskan membayar denda Rp 100 juta.

“Selain itu mereka pun tetap akan diisolasi. Percuma juga mereka enggak akan bertemu keluarga karena melakukan isolasi, apa mau seperti itu mudik harus bayar Rp 100 juta dan isolasi mandiri,” ujarnya.

Larangan mudik itu, kata Wabup,  dilatarbelakangi oleh adanya gelombang Covid-19 di Negara India. Terlebih pada November sampai Maret lalu penanganan Covid-19 di India termasuk yang terbaik.

Pada bulan-bulan tersebut, kasus positif Covid-19 di India menurun tajam dari per harinya 15-20 ribu menjadi 4000-an. Akan tetapi di bulan April ini melonjak tajam sampai 35 ribu kasus per hari.

“Jangan sampai kita kecolongan seperti di India. Belajar saat PSBB diberlakukan pada saat awal Covid, ada sekitar 82 persen penyumbang dari yang mudik. Apalagi kalau di bebaskan,” tegas Erwan.

Dengan demikian, peran RT RW di desa/kelurahan harus lakukan isoma begitu ditemukan ada yang lolos.

“Jadi tidak ada toleransi. Dalam rapat Forkopimda kemarin kita sudah jelas, kita harus tegas dan ketat. Siapapun itu baik saudara atau siapa saja, kita akan ketat,” pungkas Erwan. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *