oleh

Timbulkan Kerumunan, Sebuah Pusat Perbelanjaan di Sumedang Kena Sanksi

SUMEDANGEKSPRES.COM  – Pusat perbelanjaan moderen Griya Plaza, dikenai denda akibat melanggar protokol kesehatan akibat para pengunjung berkerumun, belum lama ini.

Penegakan Hukum pada Satuan Tugas Corona Virus Desease 2019 (Satgas Covid-19) Kabupaten Sumedang Yan Mahal Rizzal menjelaskan, Griya plaza Sumedang diberikan sangsi pertama berupa sangsi administratif. Apabila pihak Griya Plaza melanggar dan abai akan diberikan sangsi secara hukum. Bahkan, bisa sampai dicabut izin operasional.

Pembludakan pengunjung tempat perbelanjaan tersebut tidak bisa diantisipasi oleh pengelola pusat perbelanjaan tersebut. Sehingga, banyak pengunjung yang menghiraukan protokol kesehatan.

Pengelola Pusat perbelanjaan Griya Plaza Sumedang telah diberikan sanksi dengan Pasal 12 huruf h dan Pasal 13 ayat (1) dan (2) diberikan sanksi administratif sebesar Rp.300.000,-.

“Hari ini kami hanya memberikan sanksi denda saja kepada pengelola usaha. Namun, kami dapat kembali memberikan sanksi lanjutan kepada pelaku usaha. Bahkan, sampai penutupan dan pencabutan izin operasionalnya jika kembali kedapatan melanggar,” terang Rizzal.

Bukan hanya sangsi terhadap mall, namun Satgas Covid 19 beserta Satpol PP memberikan sangsi kepada pengunjung yang menghiraukan protokol kesehatan.

“Ini sebuah upaya antisipasi membludaknya konsumen atau pengunjung di kegiatan usaha tersebut. Maka akan dikenakan sanksi,” tegas Rizzal.

Satgas Covid 19 beserta Satpol PP juga telah melakukan patroli di pusat belanja lainnya. Seperti Asia Plaza, Toko Ananda, Toko Ria Busana sampai pasar tumpah di Tol Bojong dan Citimun.

Melihat aturan dimasa adaptasi kebiasaan baru (AKB), seharusnya ada pembatasan kapasitas dari pusat perbelanjaan tersebut maksimal 50% dari kapasitas gedung. Namun, ketentuan ini banyak pihak yang menghiraukan.

“Adapun dari hasil penindakan dan pemberian sanksi administratif dalam kegiatan patroli pada hari ini, ditemukan sebanyak 14 pelanggar dengan denda disetorkan ke Kas Daerah sebesar Rp 507.000,” pungkasnya. (kga)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *