oleh

Geber Turunkan Angka Stunting, Sumedang Disorot Deputi dan Dinas Provinsi

SUMEDANGEKSPRES.COM –  Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN bersama Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat menyambangi Kabupaten Sumedang, baru – baru ini.

Kedatangan mereka untuk melihat sejauh mana realisasi dan langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka stunting yang sedang menjadi program nasional itu.

“Alhamdulillah diapresiasi oleh pusat dan provinsi berkaitan dengan langkah langkah kami,” ujar Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir di sela – sela acara.

Dikatakan, langkah-langkah yang telah diambil Pemkab Sumedang, diantaranya penerapan SAKIP Desa yang menekankan pada penurunan angka stunting.

“Salah satunya melalui aplikasi I-Simpati yaitu sistem pencegahan stunting by name by adress dan rekomendasi seperti apa. Sehingga, stunting bisa turun di Sumedang,” tuturnya.

Dony membeberkan delapan tahapan aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting di Sumedang.

Pertama,  melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi. Kedua, menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi. Ketiga, menyelenggarakan rembuk stunting tingkat kabupaten/kota. Keempat,  memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi.

Sementara itu, kelima,  memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa. Keenam, meningkatkan sistem pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten/kota.

“Aksi ketujuh, melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabupaten/kota. Terakhir, kedelapan, melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir,” paparnya.

Di tempat sama, Plt DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Sumedang adalah sesuatu yang luar biasa karena apa yang dilihat olehnya di Comand Center Sumedang sudah menunjukkan integrasi yang baik.

“Good data good decision, bad data bad decison dan no data no decision. Tadi kita lihat antar seluruh data sudah Interlink. Sudah ada SAKIP Desa, IKU Kepala Desa dan lainnya. Hal ini membuat seluruh Dana Desa lebih fokus mengejar tujuan pembangunan Sumedang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dikatakan Siska, untuk pencegahan stunting di Kabupaten Sumedang tata laksananya sudah luar biasa. Data sudah sangat detail sehingga bisa dijadikan contoh untuk diadopsi oleh kabupaten/kota lain dalam mengoptimalkan Kapasitas Comand Center.

“Saya lihat untuk pencegahan stunting tata laksananya detail dan ini bisa dijadikan contoh kabupatem/kota lain untuk mengoptimalkan comand center sehingga program-program nasional. Khususnya, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bisa lebih optimal,” pungkasnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *