oleh

Sukajaya jalankan Input Tiga Program Pendataan Sekaligus

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pemerintah Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan adalah salah satu desa yang selalu ditunjuk menjadi desa percontohan atau pilot project bagi program – program baru yang digulirkan Pemerintah. Baik program dari pemerintahan pusat, pemerintah provinsi ataupun pemerintah kabupaten.

Saat ini, Desa Sukajaya sedang menjalankan tiga program pengimputan data. Di antaranya program pemutakhiran data berbasis SDGs, penginputan data untuk Desa Cantik serta pengimputan data untuk program Desa Simpatik.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Raspati kepada Sumeks, belum lama ini.

“Untuk penginputan data berbasis SDGs dan penginputan data dua program lainya, yaitu program data Desa Cantik dan Desa Simpatik pada dasarnya bukan merupakan data untuk penerima bantuan, tapi merupakan data yang akan menjadi bahan dasar, baik itu bagi Kementrian, desa kami sendiri dan Pemerintahan Kabupaten Sumedang,” ujar Nenden.

Diharapkan, kata dia, pendataan ini hasilnya berbentuk data yang akurat yang diberikan oleh masyarakat Desa, khususnya Desa Sukajaya.

“Untuk program SDGs yang merujuk Permendes PDTT No 21/2020 tentang program pemutahiran data Desa bebasis SDGs desa di Desa Sukajaya sudah berlangsung dan dilaksanakan pendataan input data melalui kader dan juga perangkat desa yang telah ditunjuk sesuai dengan SK yang diberikan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, hasil pendataan kurang lebih berjumlah  7000 jiwa yang terdaftar di 3500 KK lebih. Untuk ke peliputan pendataan di lapangan secara manual yang dilaksanakan oleh Kader SDGs sudah selesai dilaksanakan. “Sekarang kita pada tahapan penginputan data online,” tandasnya.

Dikatakan, terkait sarana relawan pendata diberikan lembaran kuisioner sesuai data yang disampaikan Ketua RT dan Ketua RW dengan jumlah jiwa yang terdapat di KK masyarakat. Dimana, disertakan 26 orang relawan pendata dengan penginputnya semua perangkat desa, khusus untuk pendataan SDGs ini.

“Untuk sarana lainya disesuaikan dengan peraturan karena memang kita terbatas juga dengan anggaran,” katanya.

Nenden mengimbau masyarakat dalam melakukan penginputan data, baik program SDGs Desa, program Desa Cantik dan Desa Simpati bukan merupakan data untuk penerima bantuan, tapi ini merupakan data yang akan menjadi bahan dasar bagi data Kementerian dan  bagi Desa Sukajaya sendiri   serta bagi Pemda Kabupaten Sumedang,

“Jadi, diharapkan masyarakat memberikan data yang benar-benar akurat pada pendataan ini. Karena, pada dasarnya pendataan SDGs ini adalah untuk pendataan yang memang real untuk kebutuhan Desa ataupun kebutuhan dari pihak
Pemerintah yang  terkait dengan pendataan ini. Jadi intinya pendataan SDGs ini merupakan kebutuhan mendasar supaya data yang dimiliki desa terfokus nantinya. Data yang kita miliki sekarang memang benar apa adanya, yang diharapkan tidak ada lagi salah kedepannya,” pungkasnya. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *