oleh

Soal Menara Kujang, DPRD Jawa Barat Angkat Bicara

SUMEDANGEKSPRES.COM  – Menyoal rencana pembangunan menara Kujang Sapasang di Jatigede yang memakan anggaran provinsi hingga Rp 100 Miliar, Wakil Ketua Komisi ll DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Ukasah angkat bicara.

Menurutnya, pembangunan tersebut dianggap tidak relevan dengan kondisi sekarang, di tengah Covid – 19 yang masih mewabah di Jawa Barat pada khususnya.

“Apabila Gubernur bisa mengucurkan dana sebesar Rp 100 Miliar untuk pembangunan menara, itu hanya sia – sia. Karena masyarakat saat ini sedang membutuhkan hal – hal yang sifatnya darurat, seperti kebutuhan pangan,” katanya kepada wartawan dalam kunjungan dinasnya ke Sumedang, belum lama ini.

Dikatakan, masih banyak yang harus diprioritaskan gubernur daripada hanya membangun sebuah menara. “Saya kira itu sangat menghambur – hamburkan biaya dan saya rasa masih ada program yang lebih prioritas dari pada itu. Lebih baik dibatalkan saja,” tuturnya.

Politisi Partai Gerindra itu pun mendorong pemerintah untuk fokus kepada pemulihan ekonomi, selain penanganan Covid – 19. “Melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), harus bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat, agar ekonomi kembali pulih,” tuturnya.

Bahkan dia menilai, sejauh ini aliran dana PEN lebih cenderung ke pembangunan infrastruktur, bukan pemulihan ekonomi. “Infrastruktur bukan tidak penting, tapi sekarang dalam situasi dan kondisi masyarakat yang terdampak, tentunya jika PEN itu diarahkan kepada pertumbuhan ekonomi, maka akan lebih baik,” ungkapnya.

Apalagi, sebut Heri, jika anggaran PEN hanya dipakai untuk sebuah pembangunan yang sifatnya mengangkat popularitas.

Lebih jauh Heri menyebutkan, sebaiknya 80 persen aliran dana PEN itu bergulir di ekonomi, bukan di infrastruktur.

“Sekarang yang terjadi, kan lebih ke infrastruktur. Memang tidak melanggar aturan, tetapi tidak pas. Apalagi anggaran Rp 100 Miliar dipakai hanya untuk membangun sebuah menara, di saat seperti ini,” katanya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *