SMPN 6 Kolaborasikan Program Sekolah dan PTSS

SMPN 6 Kolaborasikan Program Sekolah dan PTSS
Kepala SMPN 6 Sumedang, Jatnika Pria Utama MPd saat ditemui Sumeks, Selasa (11/10) (ACHMAD SOFA/SUMEKS)
0 Komentar

 

Jadi, lanjut dia, program pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru-guru, kalau zaman dulu Itu kan ketika program pembelajaran dibuat harus dimasukkan nilai-nilai karakter. “Nah kalau sekarang mungkin yang dimasukkannya adalah PTTS,” katanya.

Jatnika pun menjelaskan PTSS ini berbentuk sebuah rumus, yaitu rumusnya itu 334. Yang pertama 3 resep kemudian kedua 3 syarat dan ketiga 4 hijrah. “Untuk yang pertama yaitu 3 Resep itu adalah guru yang baik kemudian metode yang baik dan penunjang yang optimal,” katanya.

Kemudian, lanjut Jatnika, yang kedua 3 syarat yaitu yang pertama semua pihak sekolah baik Kepala Sekolah ataupun guru dan semua stakeholder harus punya prinsip terbuka, openmind. Artinya apapun pendapat apapun saran masukan atau ide-ide baru itu harus harus bisa menerima, bukan Closemind.

Baca Juga:Pendataan Beri Manfaat Bagi Pelaku UMKMRibuan Kasus DBD Landa Sumedang, Periode Januari-September 14 Meninggal

Kedua harus ada super effort masukan, itu harus dicoba untuk dilaksanakan. “Ketiga ada continues improvement artinya dalam mencobanya itu bukan hanya sekali, tapi harus berulang – ulang,” katanya.

Dijelaskan, kemudian yang 4 hijrah yaitu yang pertama hijrah dari pembelajaran yang klasikal yang disamakan menjadi pembelajaran  individual. Artinya, mengubah kegiatan belajar dengan melihat karakter dan kebutuhan anak perindividu. Syarat yang kedua kalau dulu target pembelajaran itu harus mencapai Kompetensi Dasar (KD), untuk sekarang ingin itu dirubah tidak hanya mengejar KD yang ada di dalam program, tapi harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Jadi artinya kalau dulu kita membebani anak menjajali anak dengan materi, kalau sekarang kita mengajak anak untuk mendapatkan pengalaman berharga di lapangan, tidak mengajarkan apa yang ada di dalam buku. Untuk sekarang kita ajak anak mendapatkan pengalaman yang berharga di lapangan itu,” jelasnya.

Dikatakan, perubahan yang ketiga sudah jelas sesuai dengan tuntutan bahwa harus berubah dari manual ke digital. “Kalau kita terus terusan manual, maka akan ketinggalan ,” tutupnya. (ahm)

0 Komentar