Pengelolaan Retribusi di Sumedang dengan Online Retribution System

Pengelolaan Retribusi di Sumedang dengan Online Retribution System
Pengelolaan Retribusi di Sumedang dengan Online Retribution System(sumedangkab.go.id)
0 Komentar

Untuk tahun anggaran 2024, pendapatan daerah Sumedang diproyeksikan mencapai Rp 3,104 triliun. 

Dari jumlah ini, dana transfer menyumbang Rp 2,463 triliun (79,35%), PAD sebesar Rp 640 miliar (20,62%), dan pendapatan sah lainnya sebesar Rp 100 juta (0,003%).

Rohana menyebutkan bahwa target PAD tahun 2024 sebesar Rp 640 miliar terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta pendapatan asli daerah lainnya yang sah. 

Baca Juga:Gegara Ingin Sepeda Motor, Anak Tusuk Ibu Kandung di Kalibunder Sukabumi dengan Garpu Sawah Hingga TewasBPBD Sumedang Ingatkan Kemungkinan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Peralihan

Meski begitu, ada beberapa jenis retribusi yang nggak boleh dipungut meskipun pelayanannya harus tetap dilaksanakan. 

Hal ini menyebabkan adanya potensi penerimaan PAD yang hilang dari retribusi daerah seperti retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan.

Kamu pasti penasaran, apa aja sih manfaat ORS buat masyarakat? Dengan ORS, proses pembayaran retribusi jadi lebih transparan dan akuntabel. 

Nggak ada lagi cerita pungutan liar atau pembayaran ganda. 

Semua tercatat rapi dan bisa diakses kapan saja. Ini jelas mengurangi potensi kecurangan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Selain itu, kamu nggak perlu lagi repot-repot datang ke kantor pemerintah daerah buat bayar retribusi. 

Cukup buka aplikasi, dan semua urusan bisa selesai dalam beberapa klik. Hemat waktu, tenaga, dan pastinya lebih efisien.

Meski banyak manfaatnya, implementasi ORS juga nggak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. 

Baca Juga:Inilah Cara Bappppeda Sumedang Membawa Daerahnya ke Peringkat TeratasTindak Lanjut Surat Edaran Gubernur oleh Pj Bupati Sumedang Terkait Studi Tour

Nggak semua daerah punya infrastruktur teknologi yang memadai atau SDM yang siap mengoperasikan sistem baru. 

Oleh karena itu, Bimtek yang diadakan Pemda Sumedang ini sangat penting buat memastikan semua pihak siap.

Selain itu, masyarakat juga perlu diedukasi tentang cara menggunakan aplikasi ini. 

Tanpa pemahaman yang baik, bisa jadi aplikasi yang bagus ini nggak dimanfaatkan dengan optimal. 

Jadi, sosialisasi dan pelatihan buat masyarakat juga penting.

Harapan besar ada di pundak Pemda Sumedang untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan ORS. 

Jika diterapkan dengan baik, sistem ini bisa jadi model buat daerah lain di Indonesia. 

Bayangkan aja, kalau semua daerah pakai sistem seperti ini, pengelolaan retribusi di Indonesia bisa jauh lebih baik.

0 Komentar