Pemda Cari Solusi Permanen Jalan Haurpapak, Estimasi Biaya Capai Rp15 M

TANGANI: Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila saat meninjau langsung kondisi jalan yang rusak di Haurpapak Desa
TANGANI: Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila saat meninjau langsung kondisi jalan yang rusak di Haurpapak Desa/Kecamatan Surian, baru-baru ini.
0 Komentar

Selain itu, area longsoran memerlukan penanganan khusus dengan biaya yang cukup besar.

“Berdasarkan DED (Detail Engineering Design), estimasi biaya pemindahan jalan ini mencapai Rp15 miliar. Usulan anggaran telah diajukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana insentif daerah, serta kami juga membutuhkan dukungan dari pimpinan daerah yang baru agar rencana perbaikan jalan ini dapat segera terealisasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, jalan di Blok Haurpapak mulai longsor pada tanggal 12 Februari 2025. Saat ini, jalan di Blok Haurpapak sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, kendaraan roda dua yang melintas pun harus berhati-hati.

Baca Juga:Sungai Meluap, Warga Nanjungjaya Dihantui BanjirWarga Sukakerta Gotong Royong Bersihkan Lingkungan 

Para pekerja perusahaan swasta wilayah Kabupaten Subang mobilitasnya terganggu. Termasuk, angkutan karyawan pun mengeluh dengan amblasnya jalan di Haurpapak.

Seorang karyawan swasta di wilayah Subang, Neni menuturkan, dirinya kalau bekerja harus diantar dulu untuk melintas di Haurpapak. Setelah itu, melanjutkan perjalanan dengan travel karyawan.

“Dengan kondisi tersebut, kami harus berangkat lebih awal. Resiko terlambat sangat besar, tiga kali terlambat bisa mendapatkan SP,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Neni, selain berharap perbaikan jalan bisa dilakukan secepatnya, dirinya juga meminta surat rekomendasi dari perusahaan ke tempatnya bekerja agar saat terlambat tiga kali tidak mendapatkan SP.

“Pemkab Sumedang bisa mengirimkan rekomendasi ke perusahaan-perusahaan tempat warga Kecamatan Surian bekerja agar aturan yang berlaku di perusahaan bisa diperingan mengingat ada bencana alam,” tegasnya.

Sementara itu, seorang sopir travel karyawan Tarja mengatakan secara ekonomi dirinya merugi dengan adanya jalan di Haurpapak yang amblas.

“Kami harus menunggu di Haurpapak untuk menjemput para karyawan, selain harus menyewa lahan juga karyawan yang diangkut pun tidak bisa full,” jelasnya.

Baca Juga:SD Plus Ahmad Dahlan Laksanakan Perkemahan Wukuf Hizbul Wathan SMPN 7 Sumedang Terapkan Tujuh Program KAIH

Dikatakan, dengan keadaan tersebut dirinya bersama rekan-rekannya akan melakukan audiensi agar mendapatkan solusi yang tepat. “Minimal pekerjaan cepat selesai dan uang sewa lahan dapat diperingan,” pungkasnya. (red/bim)

0 Komentar