“Bencana seperti ini tidak boleh dibiarkan berulang. Perlu ada upaya mitigasi yang serius, dan saya berharap Si Tabah juga bisa dikembangkan untuk memantau proyek-proyek pencegahan banjir,” pungkasnya.
Dengan pemanfaatan Si Tabah, Pemkab Sumedang berharap proses penanganan bencana menjadi lebih terorganisir, transparan, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat terdampak bisa mendapatkan bantuan secara cepat dan efisien. (kos)