sumedangekspres – Universitas Padjadjaran menyelenggarakan salat Idulfitri 1446 Hijriah di area dua masjid yang berlokasi di kampus Jatinangor Kabupaten Sumedang dan kampus Dipati Ukur Bandung pada Senin 31 Maret 2025.
Di Jatinangor, salat Idulfitri berlangsung di Masjid Raya Unpad (Bale Aweuhan) dan di Dipati Ukur, salat Idulfitri berlangsung di Lapangan Parkir Utara depan Masjid Al Jihad Unpad.
Pada salat Idulfitri di Masjid Raya Unpad, bertindak sebagai imam dan khotib adalah Prof. Rahmat Hidayat, Guru Besar dan Dekan Fakultas Peternakan Unpad.
Baca Juga:Abadikan Moment Kebersamaan Keluarga untuk Rayakan Hari Lebaran Di Pubdok Sumedang!3 Tempat Wisata Ter-hits di Sumedang yang Wajib Kamu Kunjungi di Liburan Lebaran
Dalam khotbahnya, Prof. Rahmat menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momen penting bagi umat Islam untuk memperkokoh hubungan antar-anggota keluarga.
“Momen silaturahmi Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga. Dengan melakukan silaturahmi, keluarga dapat berkumpul, berbagi cerita, dan memperkuat ikatan emosional,” ujar Prof. Rahmat.
Lebih lanjut Prof. Rahmat mengatakan, Idulfitri juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi.
Para anggota keluarga dapat memikirkan kembali tentang kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan berusaha untuk menjadi lebih baik di masa depan.
Prof. Rahmat mengingatkan, tantangan yang dihadapi keluarga di era modern dan digital seperti saat ini tidaklah mudah untuk dihadapi. Beberapa diantaranya adalah pengaruh negatif media sosial serta ketergantungan pada teknologi yang antara lain dapat mengakibatkan keluarga kehilangan Waktu kebersamaan mereka dan sulit berkomunikasi secara efektif.
Sementara pada salat Idulfitri di Masjid Al Jihad Unpad Kampus Dipati Ukur Bandung, bertindak sebagai imam dan khotib adalah Prof. Yudi Nurul Ihsan, Guru Besar dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad. Dalam khotbahnya, Prof. Yudi menyampaikan tema Rasulullah SAW sebagai teladan untuk meraih kemenangan dan kejayaan.
Pasca krisis ekonomi, ujar Prof. Yudi, Indonesia adalah negara dengan 120 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.
Baca Juga:Jans Park, Rekomendasi Tempat Wisata Paling Hits di Sumedang Buat Liburan Keluarga Kamu! Mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad Raih Juara 1 LKTI ForestShare 6.0 di ITB
Kondisi ini perlu kita cermati dengan seksama karena mayoritas dari penduduk miskin tersebut adalah umat Islam.
Masyarakat dengan kondisi ekonomi semacam demikian adalah masyarakat yang rentan, masyarakat yang mudah tersulut amarahnya, terpinggirkan akalnya, dan yang paling berbahaya adalah tergadaikan aqidahnya.