Alamat Tahura Gunung Kunci: Lokasi, Akses, dan Pesona Wisata Sejarah di Sumedang

Alamat Tahura Gunung Kunci: Lokasi, Akses, dan Pesona Wisata Sejarah di Sumedang
Alamat Tahura Gunung Kunci: Lokasi, Akses, dan Pesona Wisata Sejarah di Sumedang (ist)
0 Komentar

Meski sulit dibuktikan, cerita-cerita semacam ini justru menambah daya tarik bagi wisatawan yang menyukai nuansa misteri.

Sejarah Singkat Gunung Kunci

Nama Gunung Kunci berasal dari lambang kunci menyilang yang terpahat di gerbang masuk benteng.

Simbol ini mencerminkan strategi Belanda dalam mengendalikan jalur logistik dan pertahanan di wilayah Priangan.

Baca Juga:Rumah Makan Perahu Sumedang Tawarkan Kelezatan Masakan SundaRS Mitra Plumbon Hadir di Sumedang, Tambah 200 Tempat Tidur Baru

Awalnya, kawasan ini hanyalah dataran biasa. Belanda kemudian menyulapnya menjadi benteng pertahanan yang dikamuflasekan sebagai bukit.

Dari kejauhan, bangunan ini tampak seperti bukit alami, sehingga sulit dikenali musuh.

Lokasinya yang berada di tengah kota membuatnya sangat strategis.

Dari sini, Belanda bisa dengan mudah mengawasi aktivitas masyarakat Sumedang.

Meriam-meriam yang dipasang melingkar juga diarahkan ke pusat kota, siap menghancurkan jika terjadi perlawanan.

Meski sempat mengalami kerusakan pada masa pendudukan Jepang, sebagian besar struktur benteng masih utuh hingga sekarang.

Hal inilah yang membuat Gunung Kunci menjadi salah satu peninggalan kolonial yang cukup terjaga di Jawa Barat.

Fakta-fakta Tahura Gunung Kunci

1. Warisan Sejarah Benteng Belanda

Di puncak Gunung Kunci terdapat benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada awal abad ke-20.

Benteng ini dulunya difungsikan sebagai pos pengawas dan benteng pertahanan karena letaknya yang strategis menghadap pusat kota Sumedang.

2. Bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura)

Baca Juga:Senam Bersama di Cipajaran, Wabup Fajar Ingatkan Bahaya Judol dan Bank Emok

Kawasan Gunung Kunci kini masuk dalam kawasan Tahura Ir. H. Djuanda. Artinya, selain menjadi objek wisata sejarah, tempat ini juga berfungsi sebagai kawasan konservasi dan pelestarian hutan.

3. Spot Wisata Edukatif dan Rekreatif

Banyak pengunjung datang untuk berjalan santai, belajar sejarah, sekaligus menikmati udara segar.

Kawasan ini sering dijadikan tempat berkemah, outbond, hingga kegiatan edukasi sekolah.

4. Akses Mudah di Pusat Kota

Berbeda dengan wisata alam lain yang jauh dari pusat kota, Gunung Kunci sangat dekat dari Alun-Alun Sumedang.

Hal ini membuatnya jadi salah satu destinasi wisata favorit warga lokal maupun wisatawan luar daerah.

Mitos di Gunung Kunci

1. Penjaga Gaib Benteng

Warga sekitar percaya ada sosok makhluk halus yang menjaga kawasan benteng.

Katanya, mereka adalah roh para prajurit masa lalu yang masih “menetap” di sana.

0 Komentar