Harga Tiket Masuk Tahura Gunung Kunci Sumedang, Murah dan Ramah di Kantong

Harga Tiket Masuk Tahura Gunung Kunci, Murah dan Ramah di Kantong
Harga Tiket Masuk Tahura Gunung Kunci, Murah dan Ramah di Kantong (ist)
0 Komentar

3. Nilai Sejarah dan Edukasi

Gunung Kunci menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa.

Selain sebagai benteng Belanda, kawasan ini juga sempat dikuasai Jepang pada masa pendudukan.

Beberapa ruangan bahkan digunakan sebagai penjara bagi pejuang kemerdekaan.

Bagi pelajar dan wisatawan yang tertarik dengan sejarah, mengunjungi tempat ini ibarat membuka lembaran lama perjuangan bangsa.

Tidak heran jika Tahura Gunung Kunci kerap dijadikan lokasi wisata edukasi.

4. Kisah Mistis yang Melekat

Baca Juga:Rumah Makan Perahu Sumedang Tawarkan Kelezatan Masakan SundaRS Mitra Plumbon Hadir di Sumedang, Tambah 200 Tempat Tidur Baru

Selain nilai sejarahnya, Gunung Kunci juga dikenal dengan cerita mistis yang beredar di masyarakat.

Beberapa pengunjung mengaku pernah mendengar suara aneh di dalam lorong, seperti suara minta tolong atau langkah kaki yang tidak jelas asalnya.

Ada juga kisah tentang sosok noni Belanda dan anak kecil yang menampakkan diri lalu menghilang begitu saja.

Meski sulit dibuktikan, cerita-cerita semacam ini justru menambah daya tarik bagi wisatawan yang menyukai nuansa misteri.

Sejarah Singkat Gunung Kunci

Nama Gunung Kunci berasal dari lambang kunci menyilang yang terpahat di gerbang masuk benteng.

Simbol ini mencerminkan strategi Belanda dalam mengendalikan jalur logistik dan pertahanan di wilayah Priangan.

Awalnya, kawasan ini hanyalah dataran biasa. Belanda kemudian menyulapnya menjadi benteng pertahanan yang dikamuflasekan sebagai bukit.

Baca Juga:Senam Bersama di Cipajaran, Wabup Fajar Ingatkan Bahaya Judol dan Bank Emok

Dari kejauhan, bangunan ini tampak seperti bukit alami, sehingga sulit dikenali musuh.

Lokasinya yang berada di tengah kota membuatnya sangat strategis.

Dari sini, Belanda bisa dengan mudah mengawasi aktivitas masyarakat Sumedang.

Meriam-meriam yang dipasang melingkar juga diarahkan ke pusat kota, siap menghancurkan jika terjadi perlawanan.

Meski sempat mengalami kerusakan pada masa pendudukan Jepang, sebagian besar struktur benteng masih utuh hingga sekarang.

Hal inilah yang membuat Gunung Kunci menjadi salah satu peninggalan kolonial yang cukup terjaga di Jawa Barat.

Fakta-fakta Tahura Gunung Kunci

1. Warisan Sejarah Benteng Belanda

Di puncak Gunung Kunci terdapat benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada awal abad ke-20.

Benteng ini dulunya difungsikan sebagai pos pengawas dan benteng pertahanan karena letaknya yang strategis menghadap pusat kota Sumedang.

2. Bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura)

0 Komentar