Keindahan Flora dan Fauna di Gunung Tampomas Sumedang yang Wajib Kamu Ketahui

Keindahan Flora dan Fauna di Gunung Tampomas Sumedang yang Wajib Kamu Ketahui
Keindahan Flora dan Fauna di Gunung Tampomas Sumedang yang Wajib Kamu Ketahui (ist)
0 Komentar

Selain jalur Cibeureum, ada jalur lain seperti dari Buahdua atau Malintang, namun akses dan fasilitasnya lebih terbatas.

Mitos Gunung Tampomas

Selain legenda, Tampomas juga dikelilingi berbagai mitos yang hingga kini masih dipercayai masyarakat. Beberapa di antaranya:

1. Makam Keramat di Puncak: Batu besar di dekat Kawah Rengek diyakini sebagai petilasan leluhur.

2. Kawah Menangis: Suara isakan misterius sering terdengar pada malam hari.

Baca Juga:Wabup Fajar: Sarpras Rusak Harus Ditangani, Jangan Tunggu ViralAntisipasi Massa Aksi Menuju Jakarta

3. Penunggu Jalur Cibeureum: Pendaki bisa merasa “diputar” saat kabut turun.

4. Batu Gantung: Disebut bisa menjepit orang yang berniat buruk.

5. Burung Hitam Penuntun: Kadang menolong, kadang menyesatkan pendaki.

6. Senja di Puncak: Waktu paling rawan karena dipercaya gerbang antar dunia terbuka.

Mitos-mitos ini menjadi bumbu tambahan bagi pengalaman mendaki di Tampomas.

Harga Tiket Masuk

Salah satu daya tarik Gunung Tampomas adalah biaya masuknya yang sangat terjangkau.

Wisatawan cukup membayar tiket mulai dari Rp5.000 per orang.

Biaya tambahan bisa muncul jika menggunakan jasa basecamp, parkir kendaraan, atau menyewa pemandu lokal.

Dibandingkan gunung lain di Jawa Barat, tiket masuk ini termasuk yang paling murah, sehingga cocok untuk wisatawan dengan berbagai latar belakang.

Legenda Gunung Tampomas

Salah satu kisah legenda paling populer adalah tentang letusan Gunung Gede di masa lalu.

Konon, gunung itu bergolak hebat, mengeluarkan asap putih dan lahar panas yang mengancam kehidupan rakyat Sumedang.

Baca Juga:Prestasi Nasional: Baznas Sumedang Raih Penghargaan BergengsiJagung Jadi Andalan Ketahanan Pangan Lokal

Raja saat itu melakukan semedi dan mendapat bisikan gaib untuk melemparkan keris emas pusaka leluhur ke dalam kawah gunung.

Setelah pusaka itu dilempar, letusan mereda dan gunung kembali tenang.

Dari sinilah nama “Tampomas” diyakini berasal, gabungan dari kata tampo (menerima) dan mas (emas).

Sejarah Gunung Tampomas

Gunung Tampomas sudah lama dikenal sebagai bagian penting dari sejarah Kabupaten Sumedang.

Kawasan hutannya ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 423/Kpts/Um/7/1979.

Dengan luas sekitar 1.250 hektare, kawasan ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga area konservasi flora dan fauna.

Dalam catatan lama, Tampomas dahulu dikenal dengan nama Gunung Gede atau Gunung Geulis.

0 Komentar