Mengungkap Mitos di Tahura Gunung Kunci Sumedang: Antara Misteri dan Sejarah

Mengungkap Mitos di Tahura Gunung Kunci: Antara Misteri dan Sejarah
Mengungkap Mitos di Tahura Gunung Kunci: Antara Misteri dan Sejarah (ist)
0 Komentar

Katanya, mereka adalah roh para prajurit masa lalu yang masih “menetap” di sana.

2. Pintu Gaib di Lorong Benteng

Konon, ada lorong rahasia yang tembus langsung ke Gunung Palasari.

Namun hingga kini, lorong tersebut belum pernah benar-benar terbukti ada secara fisik.

3. Pantangan Bicara Kasar

Beberapa pengunjung percaya bahwa berkata kasar atau bersikap tidak sopan di kawasan Gunung Kunci bisa mendatangkan gangguan mistis, mulai dari tersesat hingga diganggu makhluk tak kasat mata.

4. Bunyi Misterius di Malam Hari

Baca Juga:Rumah Makan Perahu Sumedang Tawarkan Kelezatan Masakan SundaRS Mitra Plumbon Hadir di Sumedang, Tambah 200 Tempat Tidur Baru

Ada cerita dari warga sekitar yang sering mendengar langkah kaki atau suara-suara aneh di malam hari, seolah-olah benteng masih aktif dipakai seperti masa kolonial.

Harga Tiket Masuk Tahura Gunung Kunci Sumedang

Mulai Januari 2024, harga tiket masuk ke Tahura Gunung Kunci ditetapkan berdasarkan Perda No. 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah:

> Rp 10.000 untuk pengunjung dewasa

> Rp 5.000 untuk anak-anak

Harga tersebut cukup terjangkau mengingat pengalaman wisata yang bisa didapat mencakup alam, sejarah, hingga edukasi.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Tahura Gunung Kunci berada di Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Lokasinya hanya berjarak sekitar 500–700 meter dari Alun-Alun Sumedang, sehingga dapat ditempuh kurang dari 5 menit menggunakan kendaraan.

Akses menuju lokasi dapat melalui Jalan Raya Cirebon–Bandung lalu dilanjutkan ke Jalan Prabu Gajah Agung.

Bagi yang ingin berjalan kaki dari pusat kota, jaraknya juga sangat memungkinkan.

Daya Tarik Wisata Tahura Gunung Kunci

1. Benteng Peninggalan Belanda

Baca Juga:Senam Bersama di Cipajaran, Wabup Fajar Ingatkan Bahaya Judol dan Bank Emok

Di dalam kawasan Tahura, terdapat benteng bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1914–1917 dan diresmikan pada 1918.

Bangunan ini memiliki luas sekitar 2.600 meter persegi, lengkap dengan bunker seluas 450 meter persegi.

Benteng tersebut memiliki tiga lantai, masing-masing dengan fungsi berbeda.

Lantai bawah difungsikan sebagai barak prajurit, lantai tengah untuk perwira, sementara bagian atas yang menyerupai kapal motor dijadikan pusat pengawasan.

Semua dinding benteng dilapisi beton setebal satu meter, membuatnya kokoh bertahan hingga kini.

Selain itu, terdapat lorong bawah tanah sepanjang sekitar 200 meter yang menghubungkan berbagai ruangan.

0 Komentar