Mengungkap Mitos di Tahura Gunung Kunci Sumedang: Antara Misteri dan Sejarah

Mengungkap Mitos di Tahura Gunung Kunci: Antara Misteri dan Sejarah
Mengungkap Mitos di Tahura Gunung Kunci: Antara Misteri dan Sejarah (ist)
0 Komentar

Dahulu, lorong ini berfungsi sebagai jalur pertahanan sekaligus tempat penyimpanan senjata.

Hingga sekarang, pengunjung masih bisa merasakan suasana misterius saat menelusuri lorong gelap ini.

2. Pesona Hutan Pinus

Bagi pecinta alam, suasana rindang pepohonan pinus di sekitar benteng adalah daya tarik yang menenangkan.

Baca Juga:Rumah Makan Perahu Sumedang Tawarkan Kelezatan Masakan SundaRS Mitra Plumbon Hadir di Sumedang, Tambah 200 Tempat Tidur Baru

Jalan setapak yang sudah tertata rapi memudahkan wisatawan untuk berjalan santai, menikmati udara segar, atau sekadar mencari spot foto yang instagramable.

Di beberapa titik, pengunjung bisa menemukan gazebo untuk beristirahat sembari menikmati pemandangan Kota Sumedang dari ketinggian.

3. Nilai Sejarah dan Edukasi

Gunung Kunci menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa.

Selain sebagai benteng Belanda, kawasan ini juga sempat dikuasai Jepang pada masa pendudukan.

Beberapa ruangan bahkan digunakan sebagai penjara bagi pejuang kemerdekaan.

Bagi pelajar dan wisatawan yang tertarik dengan sejarah, mengunjungi tempat ini ibarat membuka lembaran lama perjuangan bangsa.

Tidak heran jika Tahura Gunung Kunci kerap dijadikan lokasi wisata edukasi.

4. Kisah Mistis yang Melekat

Selain nilai sejarahnya, Gunung Kunci juga dikenal dengan cerita mistis yang beredar di masyarakat.

Beberapa pengunjung mengaku pernah mendengar suara aneh di dalam lorong, seperti suara minta tolong atau langkah kaki yang tidak jelas asalnya.

Baca Juga:Senam Bersama di Cipajaran, Wabup Fajar Ingatkan Bahaya Judol dan Bank Emok

Ada juga kisah tentang sosok noni Belanda dan anak kecil yang menampakkan diri lalu menghilang begitu saja.

Meski sulit dibuktikan, cerita-cerita semacam ini justru menambah daya tarik bagi wisatawan yang menyukai nuansa misteri.

Sejarah Singkat Gunung Kunci

Nama Gunung Kunci berasal dari lambang kunci menyilang yang terpahat di gerbang masuk benteng.

Simbol ini mencerminkan strategi Belanda dalam mengendalikan jalur logistik dan pertahanan di wilayah Priangan.

Awalnya, kawasan ini hanyalah dataran biasa. Belanda kemudian menyulapnya menjadi benteng pertahanan yang dikamuflasekan sebagai bukit.

Dari kejauhan, bangunan ini tampak seperti bukit alami, sehingga sulit dikenali musuh.

Lokasinya yang berada di tengah kota membuatnya sangat strategis.

Dari sini, Belanda bisa dengan mudah mengawasi aktivitas masyarakat Sumedang.

Meriam-meriam yang dipasang melingkar juga diarahkan ke pusat kota, siap menghancurkan jika terjadi perlawanan.

0 Komentar