sumedangekspres – Seorang pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob. Insiden ini sontak menjadi perhatian publik, terlebih rantis yang digunakan dikenal sebagai kendaraan dengan bodi full armor.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat rantis Brimob tersebut melaju dengan kecepatan tinggi di tengah kerumunan massa.
Tragedi pun tak terelakkan, ketika kendaraan yang dibeli menggunakan anggaran negara itu menabrak dan kemudian melindas pengemudi ojol.
Baca Juga:Mengungkap Mitos di Tahura Gunung Kunci Sumedang: Antara Misteri dan SejarahHarga Tiket Masuk Tahura Gunung Kunci Sumedang, Murah dan Ramah di Kantong
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, membenarkan bahwa korban dalam peristiwa tersebut meninggal dunia.
“Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita, yang mana ada kejadian tadi sore, sehingga dengan adanya kejadian tersebut saya atas nama pimpinan Polda Metro dan atas nama kesatuan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ujar Irjen Asep, dikutip dari detikNews, Jumat (29/8/2025).
Dari penelusuran berdasarkan video yang beredar, kendaraan yang digunakan diduga adalah Rantis Rimueng.
Jenis rantis ini masuk kategori kendaraan patroli jarak jauh, dengan fungsi multifungsi mulai dari operasi rutin, pengendalian aksi unjuk rasa, pengamanan tamu VVIP, hingga dipakai dalam pertempuran konvensional.
Mengutip keterangan dari akun resmi Instagram Humas Korps Brimob, Rantis Rimueng memiliki kapasitas angkut hingga 4 personel di bagian dalam serta 8 personel tambahan yang bisa berdiri di footstep sisi kanan dan kiri.
Ukurannya terbilang besar, dengan panjang 5,33 meter. Seluruh bodinya dilapisi armor plate atau baja lapis penuh, sementara kacanya berstandar NIJ level 3 yang tahan terhadap benturan keras.
“Rantis patroli jarak jauh dengan kemampuan dan durabilitas dan tersertifikasi untuk pengamanan dan penyelamatan, penanganan unjuk rasa, pengamanan VIP dan sebagai kendaraan taktis pertempuran konvensional,” demikian tertulis dalam video yang diunggah Humas Korps Brimob.
Baca Juga:Alamat Tahura Gunung Kunci: Lokasi, Akses, dan Pesona Wisata Sejarah di SumedangTahura Gunung Kunci Sumedang: Pesona Alam, Jejak Sejarah, dan Mitos Mistis
Secara performa, kendaraan ini dipersenjatai mesin 3.200 cc dengan kecepatan maksimal 100 km/jam di jalan perkotaan.
Untuk mendukung tugas operasional, Rimueng dilengkapi mounting gun senapan serbu serta dua unit pelontar gas air mata kaliber 38 mm yang mampu menampung hingga 15 peluru.
Sistem penembakan bisa dilakukan otomatis maupun manual, masing-masing dengan pola 15 peluru sekaligus atau 5 peluru per tembakan.