Aksi Spontanitas Warga Cimanggung, PT Dwi Papuri Abadi Setuju Buka Akses Jalan dengan Sistem Pengawasan

Aksi Spontanitas Warga Cimanggung, PT Dwi Papuri Abadi Setuju Buka Akses Jalan dengan Sistem Pengawasan
Puluhan warga dari Desa Mangunarga, Sawahdadap, dan Sukadana menggelar aksi spontanitas di depan gerbang PT Dwi Papuri Abadi, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (29/8/2025) siang
0 Komentar

CIMANGGUNG – Puluhan warga dari Desa Mangunarga, Sawahdadap, dan Sukadana menggelar aksi spontanitas di depan gerbang PT Dwi Papuri Abadi, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (29/8/2025) siang. Mereka meminta pihak perusahaan membuka kembali akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu diikuti kurang lebih 30 orang perwakilan warga. Kehadiran mereka langsung disambut aparat keamanan setempat, di antaranya Kapolsek Cimanggung Kompol Aan Supriatna, Danramil 1014 Cimanggung Lettu Inf Obos Sambas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta manajemen PT Dwi Papuri Abadi.

Dalam aspirasinya, warga menekankan pentingnya akses jalan tersebut karena menjadi urat nadi perekonomian. Selain untuk bekerja dan berdagang, jalur tersebut juga kerap dipakai warga untuk keperluan harian lainnya. Mereka juga memohon agar pedagang kecil, seperti pedagang asongan dan kaki lima, diberikan ruang untuk berjualan di dalam kawasan perusahaan.

Baca Juga:Pembelajaran Jarak Jauh Akses Pemerataan PendidikanPromosi Wisata Lewat Parade Perahu Hias

Menanggapi hal itu, manajemen PT Dwi Papuri Abadi menjelaskan bahwa penutupan jalan sebelumnya dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban kawasan. Hal ini menyusul beberapa kasus yang pernah terjadi di area tersebut, mulai dari pencurian, penyalahgunaan narkoba, hingga perilaku asusila yang menimbulkan keresahan.

Meski demikian, pihak perusahaan menunjukkan sikap terbuka. Setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat, manajemen menyatakan bersedia membuka kembali akses jalan dengan menerapkan pengawasan ketat demi keamanan bersama.

“Perusahaan pada prinsipnya tidak menutup diri. Akses akan dibuka kembali, namun tetap ada pengaturan dan pengawasan supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan,” ungkap Manajer PT Dwi Papuri Abadi, Adji Komara.

Sementara itu, Kapolsek Cimanggung Kompol Aan Supriatna menegaskan bahwa pihak kawasan sudah memberikan solusi dengan sistem buka-tutup akses jalan di waktu tertentu. “Ini merupakan bentuk keseimbangan antara kepentingan masyarakat dengan kebutuhan menjaga keamanan kawasan,” ujarnya.

Aksi spontanitas tersebut akhirnya berlangsung kondusif. Warga menyambut baik komitmen perusahaan yang siap membuka kembali jalan dengan sistem pengaturan, sekaligus memberi ruang bagi pedagang kecil agar tetap bisa mencari nafkah. (kos)

0 Komentar