ASN Sumedang Didorong Kuasai Manajemen Risiko Lewat Pelatihan CRMP

ASN Sumedang Didorong Kuasai Manajemen Risiko Lewat Pelatihan CRMP
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima audiensi perwakilan American Academy di Gedung Negara, belum lama ini.(istimewa)
0 Komentar

KOTA – Untuk memperkuat penerapan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Pelatihan Sertifikasi Certified Risk Management Professional (CRMP) di Gedung Negara, baru-baru ini.

Asia Pacific Certification Program Director American Academy Taufik Supriadi menjelaskan pentingnya pemahaman manajemen risiko secara profesional sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia menekankan, proses manajemen risiko terdiri atas beberapa tahapan, yaitu menetapkan konteks, mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko, mengevaluasi risiko, dan mengatasi risiko.

Baca Juga:Polsek Jatinangor Kawal Pemeliharaan Ubi Cilembu Demi Ketahanan Pangan LokalPemdes Margamekar Fokus Bangun Jalan Desa untuk Dongkrak Kesejahteraan Warga

“Langkah-langkah tersebut menjadi dasar dalam membangun sistem pengelolaan risiko yang terukur, transparan, dan akuntabel di lingkungan birokrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemampuan dalam manajemen risiko akan membantu pemerintah untuk lebih adaptif dan tangguh menghadapi ketidakpastian, baik dalam aspek keuangan, operasional, maupun kebijakan publik.

Melalui pelatihan ini, diharapkan ASN Sumedang dapat lebih siap mengimplementasikan prinsip-prinsip manajemen risiko dalam tugas sehari-hari.

“Ini penting agar setiap kebijakan, program, dan proyek pemerintah dapat berjalan dengan mitigasi risiko yang matang,” ujarnya.

Pelatihan CRMP ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperkuat budaya sadar risiko, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, adaptif, dan berintegritas.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik pelaksanaan Pelatihan Sertifikasi CRMP.Kemampuan dalam mengelola risiko merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki setiap aparatur pemerintah dalam menghadapi dinamika perubahan dan tantangan pembangunan daerah.

“Manajemen risiko menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. ASN harus mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak awal agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat memberikan hasil maksimal, efisien, dan terukur,” ujar Bupati Dony.

Baca Juga:SMA IT Insan Sejahtera Sumedang Dukung Penuh Implementasi Program PancawaluyaSumedang Miliki Warisan Budaya Tak Benda Terbanyak di Jawa Barat, Bupati Dony Buka Jabar Etno Festival 2025

Ia menegaskan, pelatihan ini adalah investasi penting dalam meningkatkan kapasitas aparatur dengan pemahaman manajemen risiko yang baik.

“Saya harap setiap ASN Sumedang punya mindset sadar risiko, sehingga kebijakan yang lahir dari pemerintah daerah yang berkualitas, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.(red)

0 Komentar