KOTA – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menggeber program pengentasan kemiskinan melalui sektor perumahan rakyat baru-baru ini. Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan.
Sebanyak 102 keluarga penerima manfaat dari tujuh desa di Kecamatan Pamulihan menerima bantuan tersebut. Angka itu merupakan bagian dari total 364 unit rumah penerima BSPS di Kabupaten Sumedang tahun 2025.
Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumedang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta pihak perbankan. Setiap rumah penerima bantuan mendapat stimulan sebesar Rp20 juta yang disalurkan melalui BNI selaku mitra resmi pelaksana.
Baca Juga:Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cubluk Kertajati Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR GabunganTragedi di Ruang Kelas, Siswa SMPN 2 Tanjungsari Meninggal Saat Belajar
Dalam sambutannya, Wabup Fajar menegaskan bahwa BSPS bukanlah bantuan yang bersifat gratis, melainkan bentuk dorongan pemerintah untuk menumbuhkan semangat swadaya dan gotong royong di masyarakat.
“Ini bukan dana cuma-cuma. Pemerintah hanya memberi pecut awal agar warga tergerak membangun rumah layak huni dengan semangat mandiri. Swadaya dan gotong royong adalah ruh dari program ini,” ujar Fajar.
Ia berpesan agar setiap penerima bantuan memanfaatkan dana dengan penuh tanggung jawab, memastikan hasil pembangunan sesuai standar dan kebutuhan keluarga.
“Jangan sampai bantuan ini mubazir. Gunakan tepat sasaran, bangun rumah yang sehat, kuat, dan layak. Karena rumah yang baik akan melahirkan keluarga yang sehat dan bahagia,” katanya.
Fajar juga menyinggung situasi ekonomi masyarakat yang semakin kompleks di tengah kenaikan biaya hidup. Menurutnya, kesejahteraan tidak hanya diukur dari sandang dan pangan, tetapi juga dari akses terhadap hunian layak dan lingkungan yang sehat.
“Sekarang hidup bukan cuma soal makan dan pakaian, tapi juga internet dan kebutuhan rumah tangga. Pemerintah ingin rakyatnya punya pondasi kuat, dimulai dari rumah yang layak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, terutama menjelang musim penghujan untuk mencegah penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD).
Baca Juga:Kandang Ayam di Tanjungsari Kebakaran Hebat, Kerugian Capai Rp750 JutaNgakalin Tiktok, Ini Hack Cara Top Up Koin TikTok Gratis 2025
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang, Marlina, mengungkapkan bahwa hingga tahun ini masih terdapat sekitar 158 ribu unit rumah tidak layak huni (rutilahu) yang membutuhkan intervensi.
