Anggaran Rutilahu Jabar Anjlok 60 Persen Kuota Bedah Rumah Turun Drastis 2026

Anggaran Rutilahu Jabar Anjlok 60 Persen Kuota Bedah Rumah Turun Drastis 2026
Rumah sempit berdinding anyaman bambu yang mulai lapuk, pemuda tampak sibuk memperbaiki peralatan rumah tangga di atas lantai semen yang retak dan lembap. Sebuah lemari kayu tua berdiri menahan usia, sementara kain sarung yang disampirkan di dinding menutupi bagian tembok yang sudah runtuh.(Erwin Mintara D. Yasa/Sumeks)
0 Komentar

Kota Bandung, yang paling tebal kebutuhan rutilahunya, kini tengah berpacu melawan waktu dan birokrasi. Pemkot Bandung menargetkan 1.775 unit rutilahu pada 2025. Namun hingga pertengahan tahun, baru 690 unit yang direhabilitasi–kurang dari 40 persen.

Sisanya tersangkut di tahap verifikasi, antrean dokumen, hingga proses pencairan yang sering kali memakan waktu panjang.

Anggaran Kota Bandung tahun ini lebih dari Rp40 miliar, dengan nilai bantuan Rp25 juta per unit. Tetapi kenaikan harga material dan upah tukang membuat skema itu mudah jebol.

Baca Juga:Backlog Rutilahu Sumedang Masih Tinggi, APBD Hanya Mampu Tangani 26 Unit Dari 158 Ribu KebutuhanKemiskinan Jawa Barat Turun Tapi Ketimpangan Desa Kota Masih Tinggi

Harga tukang bangunan harian di Bandung kini berada di kisaran Rp125.000 – Rp170.000, sementara harga material seperti semen, pasir, dan kayu terus naik dalam dua tahun terakhir.

“Kadang-kadang bantuan Rp25 juta hanya cukup untuk dinding dan atap, sementara banyak rumah yang butuh pondasi ulang,” kata seorang anggota tim teknis DPKP yang enggan disebut namanya.

Banyak rumah penerima bantuan akhirnya terpaksa menambal kekurangan biaya dengan swadaya warga. Tak sedikit proyek yang tersendat karena tenaga gotong royong tidak sepadat dulu.

Bukan hanya uang yang kurang, tetapi juga waktu yang habis dalam proses administratif panjang. Setiap rumah harus melewati: verifikasi administrasi, survei lapangan, penyusunan RAB, persetujuan kelurahan dan kecamatan, penetapan penerima, pencairan bertahap, monitoring lapangan.

Jalur berliku ini menyebabkan pekerjaan rutilahu sering molor. Sementara rumah yang rawan ambruk tidak bisa menunggu tanda tangan surat.

DPKP berencana merampingkan proses. Tetapi dengan progres pertengahan tahun yang masih rendah, peluang pencapaian target 1.775 unit di Bandung tergolong berat.

Jika tren ini berlanjut, program bedah rumah di Jabar akan menghadapi situasi “darurat permanen”: Rumah kumuh makin banyak, anggaran semakin kecil,tTarget turun drastis, antrean makin panjang, rumah-rumah paling rusak yang paling sulit dibantu

Baca Juga:12 Negara Eropa yang Lolos ke Piala Dunia 2026, Jelas Mendominasi!12 Negara Eropa yang Lolos ke Piala Dunia 2026 Siap Dominasi Laga Olahraga Si Kulit Bundar?

Dengan alokasi hanya 250 unit di tingkat provinsi pada 2026, Jabar berpotensi menghadapi backlog perbaikan hingga puluhan tahun.

Rumah-rumah yang kini lapuk bisa menjadi tak layak tempati sepenuhnya sebelum bantuan datang. Setiap musim hujan, laporan rumah roboh dan genteng beterbangan menghiasi grup WA RT hingga media nasional. Namun di sisi lain, angka APBD rutilahu justru bergerak ke arah sebaliknya.

0 Komentar