Kesabaran itu membuat siapa pun yang melihatnya merasa terenyuh. Bahwa di tengah gempuran pembangunan, masih ada sosok seperti Ma Acih yang berjuang hanya untuk bisa bertahan hidup.
Kini, setelah banyak pihak mengetahui kisahnya, perhatian terus mengalir. Ma Acih memang belum bisa merasakan tinggal di rumah yang aman dan layak, tetapi uluran tangan sedikit demi sedikit meringankan beban hidupnya.
“Alhamdulillah, ada yang peduli. Saya hanya bisa berdoa semoga dibalas kebaikan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Baca Juga:Kemiskinan Jawa Barat Turun Tapi Ketimpangan Desa Kota Masih Tinggi12 Negara Eropa yang Lolos ke Piala Dunia 2026, Jelas Mendominasi!
Di usia senjanya, Ma Acih tidak menuntut banyak. Ia hanya ingin bisa hidup dengan tenang, tidak khawatir ketika hujan datang, dan tidak merasa sendirian. Harapannya sederhana, tapi menyimpan pesan dalam: bahwa setiap orang berhak hidup layak, apalagi mereka yang rapuh dan hampir terlupakan.(kos)
