SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Pemerintah Desa Kebonjati Kecamatan Sumedang Utara tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat meski di tengah keterbatasan anggaran pada tahun 2026.
Kepala Desa Kebonjati, Jajang, ia mengatakan bahwa alokasi anggaran desa tahun 2026 difokuskan pada penanganan infrastruktur yang dinilai mendesak, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana penunjang aktivitas warga.
“Untuk tahun 2026, salah satunya di Dusun Sukakerta, khususnya di RT 4 RW 2, sarana irigasi jebol. Kemungkinan kami akan menganggarkan sekitar Rp30 juta untuk penanganan di titik tersebut,” ucap Jajang saat diwawancarai, Selasa (6/1).
Baca Juga:Reforma Agraria Ubah Pola Pikir Warga Desa Bautama Kabupaten KupangMenteri Nusron: Kepastian dan Transparansi Waktu Jadi Kunci Pelayanan Pertanahan
Selain itu, Pemdes Kebonjati juga merencanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun 2 yang mengarah ke wilayah Dusun Sukaharja. Menurut Jajang, kondisi TPT lama sudah tidak memungkinkan lagi untuk menopang tanah, mengingat kontur jalan di wilayah tersebut cukup rawan.
“TPT di sana sudah tidak kuat menopang tanah. Kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan membahayakan akses jalan warga,” katanya.
Meski anggaran desa mengalami pengurangan, Jajang menegaskan bahwa program Bantuan Langsung Tunai (BLT) tetap disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Penyaluran BLT akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Untuk BLT, walaupun anggarannya berkurang, insya Allah tetap kami sampaikan ke masyarakat. Di setiap RT akan ada keterwakilan penerima,” jelasnya.
Diketahui, bahwa Desa Kebonjati memiliki 15 RT yang terbagi ke dalam dua dusun dan 7 RW. Sementara itu, program pemberdayaan masyarakat tetap berjalan, meskipun mengalami penyesuaian anggaran.
“Pemberdayaan tetap ada, cuma anggarannya dipangkas sesuai kebutuhan. Sebagai pelayan publik, walaupun anggarannya kecil, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Jajang.
Ia berharap seluruh program yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Kebonjati. Jajang juga menyampaikan optimisme bahwa kondisi desa ke depan akan terus membaik.
Baca Juga:Tindak Lanjut Penyelesaian Berkas Layanan Pertanahan,Menteri Nusron Minta Jajarannya Selesaikan Secara TerukurMekarjaya Prioritaskan Pembangunan Non Fisik
“Mudah-mudahan walaupun sedikit, anggaran itu cukup dan bermanfaat. Harapan ke depan, setelah ada malam pasti ada siang, setelah tanjakan pasti ada turunan, begitupun dengan anggaran untuk desa mudah-mudah kedepan Desa Kebonjati bisa menghasilkan Pendapatan Asli (PAD) Desa yang lebih besar, jadi kita tidak terpaku pada anggaran Dana Desa dari Pemerintah ” tutup Kades. (ahm)
