Petani Butuh Akses Jalan untuk Angkut Hasil Panen

Petani Berjalan di Jalan Setapak
ILUSTRASI - Para petani mengangkut hasil panen melalui jalan setapak diantara hamparan sawah
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, Cimanggung – Aktivitas pertanian warga Dusun Lebak Gede, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, masih dihadapkan pada persoalan klasik: akses jalan menuju lahan yang belum memadai. Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mandala mengaku kesulitan beraktivitas lantaran Jalan Usaha Tani (JUT) yang ada hingga kini masih berupa jalan tanah.

Akses tersebut menjadi satu-satunya jalur menuju area pertanian seluas kurang lebih 10 hektare. Saat cuaca cerah, jalan setapak itu masih bisa dilalui. Namun ketika hujan turun, kondisi berubah menjadi licin dan menyulitkan mobilitas petani, terutama saat membawa peralatan maupun mengangkut hasil panen.

Ketua Poktan Mandala, Jaelani, mengatakan keterbatasan infrastruktur ini berdampak langsung pada produktivitas dan biaya operasional petani. Menurutnya, ongkos angkut hasil pertanian menjadi lebih mahal karena kendaraan sulit menjangkau lokasi lahan.

Baca Juga:Wamen Ossy Lepas 30 Taruna STPN Ikuti KKN Pertanahan Untuk Restorasi Arsip Pascabencana di Aceh dan SumutAnggaran Tata Kota Sumedang Disorot, Kabel Semrawut Masih Jadi Pemandangan

“Jalan usaha tani ini masih tanah. Kalau hujan, petani sangat kesulitan ke lahan, belum lagi saat membawa hasil panen. Ini jadi keluhan utama anggota kami,” ungkap Jaelani di Dusun Lebak Gede.

Ia menambahkan, kondisi tersebut sudah lama dirasakan petani dan hingga kini belum mendapat penanganan berarti. Padahal, akses jalan dinilai sebagai faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pertanian warga.

Atas dasar itu, Poktan Mandala berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat turun tangan melalui program pembangunan infrastruktur pedesaan. Usulan yang diajukan yakni pembangunan rabat beton pada Jalan Usaha Tani yang menghubungkan wilayah Kolewang menuju lahan Sampalan Desa.

“Yang kami harapkan adalah rabat beton dengan panjang sekitar 500 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Itu sangat membantu petani,” jelasnya.

Menurut Jaelani, pembangunan JUT bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak agar hasil pertanian bisa didistribusikan dengan lebih cepat dan efisien. Dengan akses yang layak, potensi pertanian di Dusun Lebak Gede diyakini bisa berkembang lebih optimal.

Warga pun berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait, sehingga sektor pertanian di wilayah Cimanggung tidak terus terhambat oleh persoalan infrastruktur dasar. (kos)

Caption.

0 Komentar