Bagi Fajar, gerakan Sabilulungan Sareng Brimob tidak cukup hanya menjadi kegiatan sesaat. Kesadaran menjaga sungai, saluran irigasi, dan lingkungan sekitar perlu tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat.
Ia mengajak warga menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk merawat lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ancaman banjir mulai datang.
“Saya mengajak masyarakat agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi terus memacu kita untuk menjaga alam, membersihkan lingkungan, dan membuat lingkungan sekitar menjadi nyaman,” katanya.
Baca Juga:PA Sumedang Eksekusi Hak Asuh Anak di Situraja, Ibu Kandung Kembali Mendapatkan PengasuhanTerjebak di Perkebunan Sawit Kalimantan, Warga Jatinangor Minta Bantuan Bupati Sumedang untuk Dipulangkan
Zuhdi menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran Brimob, menurut dia, tidak hanya dibutuhkan dalam urusan keamanan maupun penanganan bencana, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan dan membangun kepedulian sosial.***
