oleh

Diduga Depresi, Mahasiswa Akhiri Hidup dengan Gandir

SUMEDANGEKSPRES.COM  – Diduga depresi karena penyakit yang dideritanya, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi berinisial GG (26) nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di seutas tali sepatu di kamar kosnya Wisma Kalatea Dusun Caringin RT 01 RW 13 Desa Sayang Kecamatan Jatinangor, Kamis (15/4) sekitar jam 10.00.

Saksi mata yang juga pengelola kos kosan, Nurlinda mengatakan awal mula dirinya sempat curiga karena korban tak keluar keluar kamarnya. Bahkan, Nurlinda merasa curiga karena tidak melihat korban dari semalam.

“Kemudian saya mengetuk pintu kamar korban, karena tidak ada jawaban saya bersama saksi lain membuka pintu kamar korban yang tidak terkunci. Setelah dilihat korban sudah tidak bernyawa dengan didapat tanda-tanda gantung diri,” katanya.

Kemudian para saksi memberitahukan kepada RT RW serta melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Jatinangor.

Anggota Polsek dan Inafis Polres Sumedang bersama Tim kesehatan Puskesmas Jatinangor langsung ke lokasi dan melakukan olah kejadian perkara.

Menurut penuturan keluarga korban, GG memang seorang pendiam dan suka menyendiri ketika bersosialisasi. Bahkan, akhir-akhir ini, GG sedang menjalani perawatan (berobat jalan) di Klinik Psikiater RSHS Bandung karena mengalami sakit kejiwaan.

“Korban dalam keadaan berobat jalan ke Psikiatri RSHS Bandung. Memang korban dalam kondisi sedang tidak sehat dan suka menyendiri, jarang terbuka. Pesan terakhir ke orang tuanya, bahwa tidak akan menyelesaikan skripsi,” ujarnya seraya mengatakan korban warga Buah Batu Bandung.

Menurut Nurlinda, korban tinggal di kamar kontrakan nomor 14 lantai 2 Wisma Kalatea Dusun Caringin. Sejak semester 1 korban tinggal di sana dan tidak menunjukan tanda tanda yang aneh dengan kelakuan korban.

“Yang kos disini dari Unpad dan Ikopin. Paling jauh orang Ambon, dan NTT. Paling dekat orang Bandung. Ya tidak ada yang beda dengan anak anak, hanya saja, setiap akhir semester suka menyendiri karena sedang sibuk menyusun skripsi,” katanya.

Kapolsek Jatinangor Kompol Aan Surpiatna membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban murni meninggal dunia karena gantung diri karena tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.

“Korban Meninggal dengan leher terikat tali sepatu. Kasus ini ditangani Polres Sumedang, dan keluarga korban merelakan korban karena musibah,” tandasnya. (red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *