oleh

SMPN 3 Cimalaka Berharap Aturan Zonasi Dipertegas

DITEMUI: Kepala Sekolah SMPN 3 Cimalaka Sudrajat SPd MMPd saat ditemui Sumeks di ruangan kerjanya, kemarin. FOTO : AHMAD SOFA/SUMEKS

SUMEDANGEKSPRES.COM – SMPN 3 Cimalaka pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 mencanangkan kuota 5 Rombongan Belajar (Rombel) dengan jumlah siswa sebanyak 160 siswa.

SMPN 3 Cimalaka menerima siswa melalui jalur Zonasi sebanyak 50 persen, prestasi 15 persen, afirmasi 15 persen dan kepindahan orangtua atau anak guru 5 persen dengan persyaratan normatif umum.

Disamping itu, untuk mendukung program Bupati yang tercantum dalam Perbup no 4 tahun 2019 yang salah satu poinnya, bagi siswa wajib melampirkan sertifikat Diniah untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Guna mewujudkan program Sumedang Simpati serta Sumedang Agamis, maka diharapkan siswa yang mendaftar ke SMPN 3 Cimalaka bisa melampirkan sertifikat atau ijazah Diniah. Dan, untuk calon siswa yang belum memiliki ijazah Diniah diharapkan ada surat pernyataan dari orang tua sedang mengikuti pembelajaran Diniah atau akan mengikuti pembelajaran Diniah.

“Tapi pendaftar sampai saat ini baru bisa memenuhi 3 rombel, untuk mengejar 5 rombel pada beberapa tahun belakangan ini terasa sangat sulit. Hal ini dirasakan semenjak diberlakukanya aturan zonasi kewilayahan,” ujar Kepala SMPN 3 Cimalaka Sudrajat SPd MM Pd kepada Sumeks beberapa hari lalu.

Dikatakan, pihak SMPN 3 Cimalaka pada PPDB tahun ajaran 2021-2022 telah melakukan sosialisasi ke setiap SD sesuai berdasarkan data sekolah yang biasa daftar ke SMPN 3 Cimalaka.

“Kami, SMPN 3 Cimalaka berharap bisa mencapai minimal 4 atau 5 Rombel untuk pemenuhan rasio guru dengan siswa 1 banding 20,” terangnya.

Dikatakan, andaikata jumlah siswa mentok di tiga Rombel, maka akan ada empat guru di yang terdampak, tidak terpenuhi jumlah jam mengajarnya minimal sesuai dengan sarat wajib seorang guru harus 24 jam.

“Sehingga, kami berharap ini menjadi bahan kebijakan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Bagaimanapun juga harus diperhatikan kelangsungan hidup guru-guru kami. Dimana, di dalam kebijakan PPDB yang regulasinya diatur oleh Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Dia berharap di dalam aturan sistem zonasi ada ketegasan, yang mana dalam sistem Zonasi ini bukan sistem Zonasi kewilayahan, tapi Zonasi berdasarkan jarak terdekat tempat tinggal siswa ke sekolah.

“Sejak ada aturan zonasi, ada kesalah pemahaman dari pihak sekolah SD dan orangtua. Dimana sekolah – sekolah SD yang berlokasi di Desa Jatihurip Zonasinya masuk ke Kecamatan Sumedang Utara, ttapi secara geografis itu lebih dekat ke SMPN 3 Cimalaka. Sehingga, ada anggapan sekolah- sekolah SD yang berlokasi di perbatasan kecamatan tetap bersikukuh mendaftar sesuai dengan Zonasi Kewilayahan,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya berharap ke Dinas Pendidikan Sumedang ada ketegasan, kembalikan aturan zonasi itu berdasarkan jarak terdekat tempat tinggal orang tua siswa kebsekolah.

“Sehingga, tidak timbul permasalahan guru- guru kami yang kekurangan murid guna mengamankan guru – guru yang sudah tersertifikasi pemenuhan jam mengajarnya terpenuhi. Serta, program sistem Zonasi menjadikan sebuah semangat karena sistem Zonasi ini tujuanya adalah menghilangkan kesan sekolah favorit hingga semua sekolah yang ada dikabupaten Sumedang secara kualitas itu sama,” tandasnya.

Sudrajat menegaskan, bagi orang tua yang mempunyai anak yang lulus SD dan akan melanjutkan ke jenjang SMP, tujuan utama aturan zonasi adalah untuk memberikan kesempatan kepada orang tua supaya bisa menyekolahkan anak dengan terkendala dengan jarak tempuh.

“Silahkan kepada para orang tua yang rumah dekat ke SMPN 3 Cimalaka bisa dicoba memasukan anaknya ke sekolah kami. Karena 8 standar di sekolah kami sudah terpenuhi dan kualitas mengajar di sekolah kami bisa bersaing dengan sekolah SMP kota yang dianggap sekolah SMP favorit. Hal ini boleh dibuktikan oleh para orangtua, apabila tidak terbukti orang tua bisa memindahkan lagi anaknya ke sekolah lain,” ujarnya.

Terkait kelulusan tahun ajaran 2020-2021, Sudrajat menuturkan SMPN 3 Cimalaka telah meluluskan siswa kelas 9 sebanyak 103 orang siswa, melanjutkan ke jenjang lebih tinggi (SLTA/SMK) sebanyak 98 orang siswa, jadi ada 5 orang yang tidak melanjutkan. “Jadi, mayoritas sebanyak 97 persen melanjutkan ke tingkat lebih tinggi. 96 orang siswa ke SMK dan 2 orang siswa ke SMA,” katanya. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *