Kasus Korupsi Proyek Peningkatan Jalan Keboncau – Kudangwangi Seret Tersangka Baru

Editor:

sumedang, KOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang kembali menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Keboncau – Kudangwangi di Kecamatan Ujungjaya pada tahun 2019 lalu.

 

Sebelumnya, Kejari Sumedang telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumedang I Wayan Riana menjelaskan telah melakukan penahanan dan penetapan kepada empat tersangka dalam perkara peningkatan Jalan Keboncau – Kudangwangi di Dinas PUPR Kabupaten Sumedang.

 

“Kita tetapkan empat orang tersangka, tiga orang sudah kami lakukan penahanan dengan inisial, AB selaku pejabat pengadaan, BR selaku Ketua Pokja Pemilihan dan  US selaku pelaksana yang pinjam bendera PT MMS. Kemudian, satu lagi kita tetapkan tersangka berinisial DR yang pada tahun 2019 dalam kegiatan tersebut menjabat sebagai Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Sumedang,” jelas I Wayan Riana, Selasa (13/9) malam.

 

Keempat tersangka disangkakan Pasal 2, Pasal 3 junto pasal 18 Undang-undang tindak pidana korupsi.

 

“Penetapan tersangka dan penahanan dimulai hari ini, 13 Septemer 2022 dan dilakukan penahanan kepada ketiga tersangka. Yang satu orang sudah kami panggil namun yang bersangkutan tidak dapat hadir dengan alasan sakit dan telah menyampaikan surat keterangan dari dokter tersangka tersebut berinisial DR,” ucapnya.

 

Ketiga tersangka tersebut saat inu dititipkan di Lapas Sumedang untuk dua puluh hari kedepan.

 

Dijelaskan, dua orang yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka yakni AD dan HH telah dilimpahkan berkasnya kepada pengadilan Tipikor Bandung.

 

“Perkara sudah kami limpahkan, kita menunggu penghitungan BPK RI. Penetapan tersangka yang pertama pada tanggal 31 Maret,” tambahnya.

 

Dikatakan, pihaknya hingga saat ini masih merahasiakan barang bukti terkait penetapan tersangka tersebut. “Nanti di proses persidangan semua terungkap,” tukasnya.

 

Sebelumnya, I Wayan Riana mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar kasus dugaan korupsi pekerjaan peningkatan Jalan Keboncau-Kudangwangi pernah ditangani Polda Jabar, maka langsung melakukan penelusuran.

 

“Informasi pernah ditangani Polda Jabar memang ada. Kemudian, kita telusuri dan ternyata benar sudah dilakukan proses hukum,” ujarnya.

 

Namun, ujar dia, info yang didapatkan saat itu di Polda Jabar tidak menemukan tindakan perbuatan melawan hukum.

 

“Setelah proses berjalan, ternyata ada hasil audit dari BPK, dan itu yang kita tindak lanjuti,” ujarnya.

 

Pagu anggaran kegiatan pekerjaan peningkatan Jalan Keboncau-Kudangwangi tersebut sebesar Rp 4.7 Miliar. Audit BPK, ditemukan kerugian negara sekitar Rp 3.1 Miliar.

 

Disinggung soal penanganan kasus tersebut yang memakan waktu lama, dia menjelaskan, sebenarnya ditetapkan tersangka yang dua orang, disidiknya tahun 2021 dan menjadi tersangka April 2022. Kemudian, yang empat orang tersangka ditetapkan kemarin, 13 September 2022.

 

Terlihat ketiga tersangka tersebut telah diborgol serta menggunakan rompi berwarna merah dan telah dittipkan di Lapas Sumedang. (red)

 

Baca juga: Aliansi Umat Muslim dan RWS Tolak Kenaikan BBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *