Bangkai Ikan Timbulkan Polusi, Nelayan Minta Solusi Penanganan Bangkai Ikan

Editor:

sumedang, JATIGEDE-Warga meminta pihak terkait mencari solusi untuk pemanfaatan ikan yang mati di Waduk Jatigede.

 

Seringkali ditemukan ikan-ikan yang mati dan membusuk di hamparan waduk tersebut. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu pasca meluapnya sungai Cimanuk, beberapa jenis ikan di Waduk Jatigede mati karena dampak dari adanya air kotor yang masuk ke area waduk.

 

Dampaknya, di pesisir waduk wilayah Wado sempat dibuat tidak nyaman dengan bau busuk dari bangkai ikan-ikan yang mati. Dalam hal ini, warga meminta pemerintah mencari solusi untuk pemanfaatan ikan mati.

 

“Sering kali kita jumpai ikan yang mati di areal waduk. Seharusnya ikan mati ini bisa dimanfaatkan untuk diolah,” kata salah satu warga di Kecamatan Darmaraja Opik kepada Sumeks, Kamis (29/9).

 

Dikatakan, selain bisa meminimalisir bau tak sedap yang disebabkan bangkai ikan, diharapkan dengan adanya upaya pemanfaatkan ikan yang mati ini bisa memberdayakan masyarakat di sekitar waduk.

 

“Siapa tahu dengan adanya upaya pemanfaatan ikan yang mati, kita bisa diberdayakan,” katanya.

 

Dia menerangkan, apalagi ikan yang tidak digemari untuk dikonsumsi banyak tergeletak di pinggiran waduk, seperti ikan sapu-sapu. Biasanya nelayan yang menjaring ikan sering mendapati ikan jenis sapu-sapu. Otomatis ikan tersebut dibuang dan akhirnya mati di pinggir waduk lalu membusuk.

 

“Apalagi ikan sapu-sapu, sering kita jumpai di pinggir waduk. Karena memang nelayan tidak berminat untuk membawanya,” kata dia.

 

Warga meyakini, orang-orang yang disiplin ilmu dan punya pengetahuan tentang ikan, pasti ada solusi untuk hal itu. Bahkan mungkin dari ikan mati yang tidak punya nilai jual, bisa jadi satu produk yang bernilai, seperti tepung ikan dan lainnya.

 

“Kami butuh edukasi dari pihak-pihak yang disiplin ilmu di bidang perikanan untuk mengetahui bagaimana cara memanfaatkan bangkai ikan,” katanya. (eri)

 

Baca juga: Sindang Taman, Rumah Peristirahatan Pangeran Mekkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *