Sejarah konflik antara Sumedang dan Cirebon Jaman Belanda

sejarah konflik sumedang cirebon
Lingga pada saat kolonial belanda/ pinterest
1 Komentar

sumedangekspres – sejarah konflik sumedang cirebon adalah dua kota di Jawa Barat yang memiliki sejarah panjang konflik.

Konflik pertama yang terdokumentasi terjadi pada tahun 1718, ketika Sumedang menjadi bagian dari Kesultanan Banten dan Cirebon menjadi bagian dari Kerajaan Mataram.

Selama ini, kedua kota itu saling berebut kuasa atas Jawa Barat.

Baca Juga:Sejarah Sumedang Yang Tidak Diketahui Pada Jaman KolonialJam Pelayanan di PA Sumedang Selama Ramadan

Konflik ini berlangsung selama kurang lebih 20 tahun hingga tahun 1738 ketika Mataram menguasai Sumedang.

Setelah itu, tidak ada konflik besar antara Sumedang dan Cirebon hingga Perang Dunia II.

Permintaan itu ditolak oleh kedua sultan karena tidak ingin rakyatnya beribadah di sana.

Konflik berlanjut hingga mencapai klimaks ketika pemerintah kolonial Belanda memutuskan untuk menyelesaikannya sekali dan untuk selamanya dengan mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Kapten Bogaert yang mengalahkan kedua belah pihak dalam pertempuran.

Konflik Awal

Konflik antara Sumedang dan Cirebon adalah siapa yang akan menguasai jalur perdagangan ke pantai utara Jawa.

Mereka berdua ingin dikenal sebagai “ibu kota” Jawa Barat dan menyandang gelar itu, tetapi mereka tidak sepakat tentang bagaimana mereka akan melakukannya.

Pada tahun 1576 M, Kesultanan Cirebon menaklukkan Sumedang setelah mengalahkan pasukannya dalam pertempuran.

Baca Juga:Sejarah Sosial Budaya Sumedang Dari Jaman BelandaTrading Penghasil Uang di 2023

Namun, tidak butuh waktu lama sebelum perang lain pecah; kali ini antara Kesultanan Cirebon dan Banten (kesultanan lain).

Pada tahun 1677 M terjadi konflik lagi antara Sumedang dan Cirebon tentang siapa yang akan menguasai pelabuhan Sunda Kelapa (sekarang Jakarta).

Konflik antara Sumedang dan Cirebon dimulai pada abad ke-19. Saat itu, Jawa Barat dinyatakan sebagai provinsi oleh pemerintah kolonial Belanda. Konflik bermula ketika kedua belah pihak mengklaim sebagai ibu kota Jawa Barat.

Kegubernuran Jawa Barat berdiri pada tahun 1819 dan terdiri dari sembilan kabupaten:

1 Komentar