Cari Koalisi, Cenderung Pilih Figur Pituin  

ILLUSTRASI  Pilkada
ILLUSTRASI  Pilkada
0 Komentar

sumedangekspres, KOTA – Pengamat Demokrasi Ade Sunarya mengatakan menyongsong pelaksanaan Pilkada Sumedang 2024, ramai-ramai partai politik jajaki koalisi. 

 

Menurutnya, koalisi dapat didefinisikan sebagai persekutuan atau gabungan partai politik untuk mencapai kepentingan bersama yang beririsan guna mencapai sebuah taget goal. Disamping itu ada pula aliansi yaitu persekutuan yang jangka waktunya relatif insidental. 

 

“Biasanya tujuan koalisi dan aliansi yaitu untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan yang sulit untuk dicapai apabila sendirian,” kata Ade kepada saat berbincang dengan Sumeks, Minggu (28/4).

 

Baca Juga:Sarana Kebersihan Tingkatkan Kesehatan   Targetkan Masuk Empat Besar MTQ 

Dikatakan, koalisi dan aliansi dilakukan untuk menciptakan peluang menjadi peserta atau pemenang Pilkada. Membangun kompromi diantara partai politik yang berbeda platform. 

 

“Koalisi dan aliansi dilakukan berorientasi jabatan dalam mengakses kekuasaan. Koalisi dan aliansi akan menentukan negosiasi politik,” ujarnya.

 

Dalam konteks lokal Sumedang, kata dia, koalisi dan aliansi mutlak diperlukan karena partai politik untuk mengusung kandidat pada Pilkada mesti memenuhi syarat minimal memiliki 10 kursi dari total 50 kursi DPRD Kabupaten Sumedang. Maka partai-partai berbondong-bondong mencari mitra koalisi. 

 

Masih kata dia, dalam konteks kepemimpinan di masyarakat biasanya lebih cenderung memiliki figur pituin (putera daerah) dibanding mukimin (pendatang), lebih condong memilih figur yang nyunda (dalam sikap dan perilaku), menghindari sosok yang berkarakter ambisius, dan sudah dirasakan perannya sejak lama sebagai tokoh masyarakat.

 

“Sejatinya partai politik dalam konteks mencari mitra koalisi dilakukan dengan senatural mungkin dengan mengedepankan kearifan lokal budaya,” tutupnya. (bim)

0 Komentar