Sensasi Sambal Surawung, Perpaduan Pedas Nikmat Khas Sunda

Sensasi Sambal Surawung, Perpaduan Pedas Nikmat Khas Sunda
Sensasi Sambal Surawung, Perpaduan Pedas Nikmat Khas Sunda.(Pinterest).
0 Komentar

sumedangekspres– Siapa nih, yang tidak tau sambal surawung rasanya pedas dan aromanya berbeda dari sambal lain. Mau tau banget? Sini simak..

Bagi pencinta kuliner Sunda, makan tanpa sambal ibarat sayur tanpa garam—kurang lengkap rasanya. Dari sekian banyak jenis sambal, ada satu yang khas dan punya cita rasa unik, yakni sambal surawung. Sambal ini bukan hanya menghadirkan pedas yang nendang, tapi juga aroma segar dari daun surawung (kemangi) yang bikin siapa pun tergoda untuk menambah nasi.

Apa Itu Sambal Surawung?

Surawung adalah istilah dalam bahasa Sunda untuk daun kemangi. Aroma wangi khas dari kemangi inilah yang membuat sambal surawung terasa istimewa. Sambal ini biasanya dibuat dengan cabai rawit, bawang merah, bawang putih, garam, terasi, tomat, dan tentu saja segenggam daun kemangi segar yang ditumbuk bersama bahan lainnya.

Baca Juga:Kenali Jenis Kulitmu, Temukan Serum yang Bikin Wajah Glowing SehatRame Banget! Bakso Mamang Dery di Sumedang Bikin Pecinta Kuliner Penasaran

Hasilnya? Sambal dengan rasa pedas, sedikit gurih, segar, dan harum yang menggoda. Bagi orang Sunda, sambal surawung bukan sekadar pelengkap, tapi “penggugah selera” yang bisa membuat makan nasi putih dan lalapan terasa jauh lebih nikmat.

Perpaduan Rasa yang Menggugah Selera

Kekuatan sambal surawung terletak pada keseimbangan rasa. Pedasnya cabai langsung menghentak lidah, namun segera disusul sensasi segar dari daun kemangi. Terasi menambahkan sentuhan gurih dan aroma khas, sementara tomat memberikan rasa asam manis yang menyeimbangkan pedasnya.

Kombinasi inilah yang membuat sambal surawung sering disebut sebagai sambal dengan karakter lengkap: pedas, segar, gurih, dan aromatik.

Sambal surawung biasanya disajikan dengan lalapan segar seperti timun, terong, kol, atau petai. Namun, tak kalah nikmat bila dipadukan dengan ayam goreng, ikan asin, pepes, hingga tempe mendoan. Bahkan, makan hanya dengan nasi hangat dan sambal surawung saja sudah cukup untuk membuat perut puas.

Lebih dari sekadar sambal, surawung mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda yang gemar memadukan bahan segar dari alam ke dalam sajian sehari-hari. Filosofinya sederhana: makanan tak harus mewah untuk bisa dinikmati, cukup pedas dan segar, sudah membuat makan terasa nikmat.

0 Komentar