Mangu-Malu

Pojokan
Pojokan
0 Komentar

Pintu yang terkulai lemas itu, mencederai wibawa griya itu. Membuat malu para pendiri graha. Baik yang masih ada atau sudah tiada. Kami pun -kawulo alit, turut malu. Malu pada para pendiri rumah suci ini. Tapi kami kawulo alit, yang kadang tak dipandang sebelah mata. Walau bukan kaum elit, golongan alit ini tak pelit untuk memberi dukungan. Dan kadang dukungan dari wong alit ini, hanya dijadikan komoditi golongan elit.

Rasa malu ini hanya ada pada orang-orang yang memiliki rasa, bukan kuasa. Sebab yang punya kuasa, tak malu mencari cara untuk mempertahankan kekuasaan.

Kami malu dengan pintu yang terkulai lemas, kunci pintu lepas dan lubang besar di pilar pintu yang tak lagi sama. Dan baru kali ini, di rumah itu, pilar mentalak tiga sang pintu, hingga terlempar kunci dan pegangannya.

Baca Juga:Daftar Lengkap Penerima Bintang Bhayangkara Pratama 2025Diduga Kehilangan Kendali, Mobil di Tol Cisumdawu Terpental Lalu Terbakar Hebat

Kami hanya bisa termangu. Seperti lagu Mangu-nya fourtwnty; ”gila tak masuk logika… termangu hatiku…..pintu dan pilarnya tak lagi sama”. Termangu dalam rasa malu.

Semoga segera ada tukang yang bisa membereskan pintu dan pilarnya. Entah diganti mur, baud, engsel atau dicopot, diganti yang baru. Atau dibiarkan hingga kambing dan angin bebas masuk. Terserah! Sebab rumah yang tak ada pintunya, bisa dimasuki tikus dengan leluasa. Pun tamu tak usah mengetuk pintu, langsung saja masuk dan mengacak-ngacak seisi rumah.

Rumah itu adalah Nahdlatul Ulama/NU yang kami cintai dengan segenap jiwa, raga dan rasa. Gonjang -ganjing NU dipenghujung tahun 2025, semoga segera selesai dengan elegan. Agar kaum alit bisa mengetuk pintu itu. Sebab selama ini, pintu itu tak bisa diketuk kawulo alit. (Kang Marbawi,301125)

0 Komentar