VOLUME sampah di Kabupaten Sumedang tercatat mencapai ratusan ribu ton setiap tahun. Namun dari jumlah tersebut, sebagian besar masih belum tertangani secara optimal.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tahun 2025, timbulan sampah di Kabupaten Sumedang mencapai 179.092,36 ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, sampah yang berhasil ditangani tercatat sekitar 16.963,16 ton per tahun atau sekitar 9,47 persen dari total timbulan sampah.
Baca Juga:Integritas vs CoIKEBAB 2026 Resmi Ditutup, Sampai Jumpa di Ramadan Berikutnya
Sementara itu, data pengurangan sampah tercatat hanya sekitar 10,14 ton per tahun, atau sekitar 0,01 persen dari total timbulan sampah.
Jika digabungkan antara pengurangan dan penanganan sampah, total sampah yang berhasil dikelola mencapai 16.973,30 ton per tahun atau sekitar 9,48 persen dari total sampah yang dihasilkan masyarakat.
Artinya, masih terdapat lebih dari 90 persen sampah yang belum tercatat tertangani dalam sistem pengelolaan sampah nasional tersebut.
Data yang sama juga menunjukkan bahwa jumlah sampah yang masuk kategori daur ulang tercatat sekitar 8,34 ton per tahun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat daur ulang sampah di Kabupaten Sumedang masih sangat rendah dibandingkan dengan total produksi sampah yang dihasilkan setiap tahunnya.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan di sumber, pemilahan sampah rumah tangga, hingga penguatan fasilitas pengolahan dan daur ulang.
Pertumbuhan jumlah penduduk, aktivitas ekonomi, serta pola konsumsi masyarakat turut berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah setiap tahun.
Baca Juga:Hanya Satu Peserta dan Tanpa Tender, Renovasi Rumah Dinas Hampir Rp300 Juta di Sumedang Disorot Pakar UnpadHarga Daging Sapi di Pasar Sumedang Tembus Rp150 Ribu per Kg, Pedagang: Kenaikannya Tak Wajar
Karena itu, upaya pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas lingkungan, hingga masyarakat secara luas.
Selain peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, edukasi mengenai pengurangan sampah dari sumber serta pemanfaatan kembali limbah juga menjadi langkah penting untuk menekan volume sampah yang terus meningkat.
Dengan jumlah timbulan yang mencapai hampir 180 ribu ton per tahun, penguatan strategi pengelolaan sampah dinilai menjadi salah satu isu lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Sumedang.(red)
