SUMEDANG EKSPRES – Saat libur Natal dan Tahun Baru datang membawa arus perjalanan dan keramaian, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang memilih bersiaga. Dua posko pelayanan diaktifkan, satu di tengah denyut lalu lintas Terminal Ciakar, satu lagi di Markas PMI Sumedang, menjadi titik awal kesiapsiagaan kemanusiaan menghadapi Nataru 2025–2026.
Di Terminal Ciakar, personel PMI bergabung dengan aparat lintas sektor (Polri, TNI, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan) mengawal pergerakan masyarakat yang keluar-masuk Sumedang. Sementara di markas PMI, kesiapan logistik, relawan, dan layanan darurat terus dipantau tanpa jeda.
Staf Pelayanan dan SDM PMI Kabupaten Sumedang, Adi Luqman Prawira, S.Pd., mengatakan setiap posko dijaga secara bergiliran. Empat personel ditempatkan di tiap titik dalam sistem dua shift, memastikan layanan tetap berjalan selama 24 jam.
Baca Juga:Antisipasi Gejolak Harga Jelang Nataru, Pasar dan Distributor di Sumedang DisidakDi Balik Polemik Pilkada Melalui DPRD, Pengamat Soroti Kalkulasi Politik Partai
“Kami membagi tugas dalam dua shift. Setiap 12 jam ada empat personel yang siaga di posko,” ujar Adi kepada Sumeks, Rabu (24/12/2025).
Tak hanya fokus pada arus libur, PMI juga menaruh perhatian pada situasi kebencanaan. Cuaca yang sulit diprediksi akibat pengaruh siklon tropis menjadi catatan serius. Masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang.
“Kami mengimbau warga untuk berhati-hati saat bepergian, memantau prakiraan cuaca, dan menyiapkan perlindungan diri seperti jas hujan,” katanya.
Sejalan dengan arahan Pemerintah Kabupaten Sumedang, PMI turut mengingatkan masyarakat agar merayakan pergantian tahun secara sederhana. Di tengah masih adanya bencana di sejumlah daerah, empati dan kehati-hatian dinilai jauh lebih penting dibanding euforia berlebihan.
“Kita diimbau tidak merayakan Tahun Baru secara berlebihan, mengingat masih ada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ucap Adi.
Di luar dua posko utama, relawan PMI yang tersebar di berbagai kecamatan juga disiagakan. Mereka dapat bergabung dengan posko terdekat sesuai domisili, memperluas jangkauan layanan kemanusiaan hingga ke pelosok wilayah.
PMI pun mengingatkan warga untuk menghindari lokasi rawan saat cuaca ekstrem, seperti tebing yang berpotensi longsor, area sekitar pohon besar, serta ruang terbuka yang rawan tersambar petir.
