SUMEDANG EKSPRES, KOTA — Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang kembali menggencarkan layanan mobile unit donor darah ke berbagai instansi. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas penurunan jumlah pendonor yang kerap terjadi saat libur Tahun Baru dan menjelang bulan suci Ramadan.
Staf UDD PMI Sumedang, Deni Masdianto, mengungkapkan bahwa momentum pergantian tahun dan Ramadan menjadi periode rawan berkurangnya donor darah.
“Dalam menghadapi Tahun Baru dan bulan suci Ramadan, biasanya terjadi penurunan donasi darah dari para pendonor,” ujar Deni, Senin (12/1/2026).
Baca Juga:BMKG Waspadai Hujan Lebat Sepekan, Sumedang Masuk Zona Cuaca EkstremCabai Rawit Tembus Rp50 Ribu, Telur Masih Mahal di Pasar Tanjungsari
Penurunan jumlah pendonor tersebut, lanjut Deni, berdampak langsung pada ketersediaan stok darah di UDD PMI Sumedang. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi darah ke rumah sakit yang membutuhkan.
“Penurunan donasi tentu berdampak pada stok darah di UDD, sehingga bisa berpengaruh terhadap pemenuhan permintaan darah rumah sakit,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok, UDD PMI Sumedang menjalankan strategi jemput bola dengan menggelar donor darah keliling ke berbagai instansi. Saat ini, mobile unit donor darah telah dijadwalkan menyasar sejumlah lokasi, mulai dari rumah sakit, perusahaan swasta, hingga majelis taklim.
“Beberapa lokasi yang sudah terjadwal antara lain RSU Pakuwon, PT Polyfin Canggih, PT Adira Semesta Industry, serta Majelis Taklim Manba’ul Ulum Tanjungsari,” tambah Deni.
Sebelumnya, kondisi keterbatasan stok darah di awal tahun disebut hampir selalu berulang setiap tahun. Situasi tersebut diperparah dengan banyaknya agenda donor darah berskala besar yang baru dijadwalkan pada Februari sebagai persiapan menghadapi Ramadan.
“Memang hampir setiap awal dan akhir tahun, jadwal donor darah sering terkendala. Ditambah banyak kegiatan besar baru digelar Februari karena persiapan puasa,” pungkasnya.(ka)
