BMKG Waspadai Hujan Lebat Sepekan, Sumedang Masuk Zona Cuaca Ekstrem

BMGKG Cuaca Sumedang
Ilustrasi - Seorang warga menggunakan payung saat cuaca hujan di Jalan Buah Batu, Kota Bandung, Selasa (13/5).(Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat.

Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga sangat lebat selama sepekan ke depan.

Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat menyebutkan, hujan lebat di Sumedang berpeluang disertai petir dan angin kencang, dengan durasi relatif singkat namun berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Baca Juga:Cabai Rawit Tembus Rp50 Ribu, Telur Masih Mahal di Pasar TanjungsariLibur Usai, Santri Pesantren Khoiru Ummah Cimalaka Kembali Bangun Ritme Belajar di Perpusda

Pada awal pekan, hujan lebat diprakirakan terjadi pada siang hingga malam hari. BMKG menilai potensi cuaca ekstrem tersebut masih dapat berlanjut dalam beberapa hari ke depan, seiring kondisi atmosfer yang masih mendukung terbentuknya awan hujan intens.

Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Retno Kartika, menjelaskan bahwa sejumlah faktor atmosfer berperan dalam meningkatnya curah hujan di wilayah Sumedang.

“Masih terdapat suhu muka laut yang relatif hangat, gelombang atmosfer tipe Low Equatorial serta gelombang Rossby yang mendukung pertumbuhan awan hujan di Jawa Barat, termasuk Sumedang,” ujarnya.

Selain itu, tingkat labilitas atmosfer di wilayah Sumedang berada pada kategori labil ringan hingga kuat. Kondisi ini meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif yang dapat memicu hujan lebat dalam waktu singkat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas harian.

Warga yang tinggal di wilayah rawan bencana diminta terus memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi BMKG.(kos)

0 Komentar