Jika Tiba Saatnya

Jika Tiba Saatnya
Nak, doa orang tua itu bukan sekadar bisikan lirih di sajadah. Ia lebih mirip jam dinding tua di ruang tamu: kadang telat lima menit, kadang bunyinya serak, tapi tetap jadi penanda waktu.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Nak, doa orang tua itu bukan sekadar bisikan lirih di sajadah. Ia lebih mirip jam dinding tua di ruang tamu: kadang telat lima menit, kadang bunyinya serak, tapi tetap jadi penanda waktu.

Abi-umi, ayah-bunda, ema-bapak—silakan pilih sesuai dialekmu—akan terus menyalakan doa, bahkan ketika suara kami sudah kalah oleh dengung kipas angin tua.

Kasih sayang kami, jangan kau kira seperti saldo rekening atau kuota internet yang bisa habis; ia lebih mirip mata air: kadang keruh, kadang surut, tapi tak pernah kering.

Baca Juga:Beras Cv Sarana Putra 2 Masuk Klasifikasi Yang Diterima BulogDirut Bulog Sidak ke Penggilingan Padi di Buahdua Sumedang

Ketika kau lahir, dunia kami seperti pasar malam: riuh, penuh lampu, dan ada rasa ingin membeli semua kebahagiaan.

Rewelmu, pupmu, nangismu, tertawamu itu semua adalah tiket masuk kami ke wahana roller coaster bernama “parenting.” Dan ketika kau sekolah, kami jadi tukang ojek paling setia: mengantar, menunggu, kadang sambil ngopi di warung depan gerbang.

Nak, kau adalah rajawali kami. Tapi ingat, rajawali bukan burung pipit. Ia butuh sayap yang kuat, bukan sekadar bulu indah untuk dipamerkan di Instagram.

Modalmu bukan hanya ijazah laminating, tapi akhlak yang mapan, integritas yang tak bisa digadaikan, akar budaya yang tak gampang dicabut, ekonomi yang tak sekadar numpang lewat, nurani yang peka, dan wawasan seluas cakrawala. Itu bekal agar kau tak jadi rajawali yang tersesat di kandang ayam.

Segenap jiwa raga kami-orang tuamu, akan berusaha agar kalian bisa memiliki modal ini. Walau kami bukan orang punya.

Namun, ada satu hal yang sering dilewatkan rajawali muda: lupa pada sarangnya sebagai bandara tempat pertama terbang. Rajawali boleh terbang ke mana saja, tapi ia tetap butuh landasan untuk pulang.

Orang tua adalah sarang itu. Sayangnya, banyak rajawali yang sibuk mengepakkan sayap ke langit karier, ke awan ambisi, ke kabut gengsi, lalu lupa bandara awal, tempat pertama belajar mengepakkan sayap.

Baca Juga:Kecamatan Cisarua Sosialisasikan Pilkades, Tekankan Musyawarah dan Kelancaran TahapanHadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Kalian akan memiliki duniamu sendiri. Namun jangan pernah lupa dengan orang tua dan saudaramu, dimana pun, kapan pun dan kau hidup dengan siapapun. Sebab mereka adalah akar kehidupanmu.

0 Komentar